Yamaha

Di Bawah 4 Ribu, Penambahan 3.520 Kasus Positif di Indonesia (Update 27 Oktober 2020)

  Selasa, 27 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Kasus harian positif Covid-19 di Indonesia turun di bawah 4 ribu kasus. Hari ini, Selasa (27/10/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 3.520 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 396.454 kasus. Angka itu termasuk 60.694 kasus aktif dengan pengurangan 1.157 kasus, 322.248 kasus sembuh dengan penambahan 4.576 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 13.512 kasus meninggal dunia dengan penambahan 101 kasus meninggal.

Kasus hari ini merupakan yang terendah sejak Indonesia pertama kali mencatatkan kasus harian sebanyak 4 ribuan kasus pada 19 September 2020. Untuk kasus tertinggi terjadi pada 8 Oktober yaitu 4.850 kasus.

Untuk wilayah DKI Jakarta, hingga berita ini diturunkan, Kementerian Kesehatan belum menginformasikan kasus per provinsinya.

Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:

AYO BACA : PSBB TRANSISI: Satpol PP Cek Protokol Kesehatan di Kafe & Restoran Jalan Waru Rawamangun

21 Oktober: 4.267 kasus

22 Oktober: 4.432 kasus

23 Oktober: 4.369 kasus

24 Oktober: 4.070 kasus

25 Oktober: 3.732 kasus

AYO BACA : Tak Ingin Covid-19 Meningkat Lagi, Pemkab Tangerang Larang ASN Mudik ke Luar Daerah saat Libur Panjang

26 Oktober: 3.222 kasus

27 Oktober: 3.520 kasus

Berbagai upaya dari pemerintah pusat hingga tingkat daerah sudah dilaksanakan hingga pemberian sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan. Saat ini, pemerintah sedang disibukkan dalam pengembangan vaksin, baik vaksin mandiri bernama Vaksin Merah Putih maupun kerja sama dengan negara lain.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartanto, membeberkan beberapa roadmap pemerintah terkait vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang rencananya mulai dilakukan pada November dan Desember 2020. Dia mengatakan bahwa beberapa daerah di Indonesia kemungkinan akan mendapatkan prioritas vaksin.

Daerah-daerah tersebut merupakan daerah zona merah dengan tingkat penularan yang besar. Airlangga menyebut daerah seperti Sumatera Utara, Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat, akan mendapatkan prioritas vaksinasi.

“Itu nanti akan dievaluasi juga nanti terkait efektivitasnya,” jelasnya dalam pernyataan persnya, Kamis (22/10/2020). 

AYO BACA : Kawasan Puncak Bogor Diperketat Menjelang Liburan Panjang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar