Yamaha

Pandemi Covid-19, Kasus Narkoba di Tasik Naik 60%

  Selasa, 27 Oktober 2020   Budi Cahyono
Pemusnahan barang bukti narkoba dan obat-obatan terlarang di halaman Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Selasa (27/10/2020. (AyoTasik.com/Heru Rukanda)

AYO BACA : Bareskrim Musnahkan 175 Kg Sabu-sabu dan Ribuan Pil Ekstasi

AYO BACA : Narkoba untuk Pesta Malam Tahun Baru Dimusnahkan

TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM – Di tengah pandemi Covid-19, penyalahgunaan narkotika jenis ganja, sabu-sabu, dan obat-obatan psikotropika lainnya di Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan kasus pidana lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya Fajaruddin Yusuf mengatakan, selama 2 bulan terakhir ini terjadi peningkatan kasus narkotika sekitar 60% dibandingkan dengan kasus pidana umum lainnya seperti pencurian.

"Mengerikan, Kota Tasik yang merupakan Kota Santri kasus narkobanya sangat banyak," ujar Fajaruddin, Selasa, (27/10/2020).

Menurutnya, perkara narkoba ini harus menjadi pekerjaan rumah semua elemen masyarakat bukan hanya tugas penegak hukum. Semuanya harus berperan aktif untuk bersama-sama menekan peredaran narkoba.
Dari sekian banyaknya kasus penyalahgunaan narkoba, baru level bawah saja yang tertangkap seperti dari kalangan buruh dan tukang ojek.

"Bandarnya ini belum ada yang terungkap. Saya minta peran serta masyarakat untuk melapor ke penyidik apabila menemukan adanya penyalahgunaan narkoba," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasie) Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) Kejari, Yussie Cahaya mengatakan,  barang bukti narkoba yang dimusnahkan Kajari adalah yang dikumpulkan selama 1 semester atau 6 bulan.

“Hari ini, Selasa, (27/10/2020), kami musnahkan ganja seberat  3,9 kilogram dari 9 perkara, sabu 58,8 gram dari 47 perkara, tembakau gorila 68,4 gram dari 2 perkara, ekstasi 0,9 gram dari satu perkara, alat hisap sabu bong, senjata tajam, puluhan hp, dan obat yang tidak memiliki izin resmi,” ucap Yusie.

Yussie menambahkan, barang bukti ganja dimusnahkan dengan cara dibakar, sedangkan obat-obatan dimusnahkan dengan cara diblender dan sajam di potong dengan gergaji.

"Pemusnahan barang bukti ini bersama-sama dilakukan dengan pihak Kepolisian , Pengadilan Negeri, dan BNN," pungkasnya. (Heru Rukanda)

AYO BACA : Tessy dan Polo Saksikan Pemusnahan Narkoba Senilai Rp 10 Miliar di Polres Jakbar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar