Yamaha

Tiga Hari di Bawah 1.000 Kasus, Kini Kasus Aktif di DKI Jakarta Terus Alami Penurunan Jadi 11 Ribuan (Update 27 Oktober 2020)

  Selasa, 27 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Berdasarkan data pada hari ini, Selasa (27/10/2020) pukul 12.00 WIB, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan harian Covid-19 sebanyak 781 kasus di DKI Jakarta. Angka ini turun dibanding Senin lalu, yakni sebanyak 906 kasus.

Dari penambahan hari ini, menjadikan total positif Covid-19 di DKI secara kumulatif mencapai 102.678 kasus. Angka tersebut termasuk kumulatif kasus sembuh sebanyak 89.017 kasus serta 2.188 kasus meninggal dunia.

Sehingga, kasus aktif di DKI Jakarta sebanyak 11.473 kasus. Penambahan hari ini menjadikan total kasus aktif mengalami penurunan dari hari kemarin sebanyak 11.837 kasus.

Sudah tiga hari ini, DKI Jakarta mencatatkan kasus harian di bawah 1.000 kasus. Rekor harian Covid-19 tertinggi di DKI yang dicatat Kemenkes terjadi pada 4 Oktober 2020 yaitu 1.398 kasus.

Data statistik dari laman covid19.go.id, menyatakan bahwa DKI mulai mencatat ribuan kasus pada 30 Agustus 2020, yaitu sebanyak 1.094 kasus. Berikut daftar penurunan kasus yang tidak lebih dari 1.000 kasus di DKI Jakarta setelah 30 Agustus:

1 September (901 kasus), 4 September (880 kasus), 5 September (887 kasus), 11 September (964 kasus), 14 September (879 kasus), 19 September (988 kasus), 28 September (898 kasus), 9 Oktober (943 kasus), 17 Oktober (974 kasus), 18 Oktober (971 kasus), 19 Oktober (926 kasus), 20 Oktober (964 kasus), 22 Oktober (989 kasus), 23 Oktober (952 kasus), dan 25 Oktober (771 kasus).

AYO BACA : Di Bawah 4 Ribu, Penambahan 3.520 Kasus Positif di Indonesia (Update 27 Oktober 2020)

Melansir grafik covid19.go.id, rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama tujuh hari ke belakang sebagai berikut:

21 Oktober: 1.000 kasus

22 Oktober: 989 kasus

23 Oktober: 952 kasus

24 Oktober: 1.062 kasus

25 Oktober: 771 kasus

AYO BACA : Ridwan Kamil Putuskan PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang hingga 25 November 2020

26 Oktober: 906 kasus

27 Oktober: 781 kasus

Gubernur Anies Baswedan memperpanjang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi sampai dengan 8 November 2020. Langkah perpanjangan PSBB Masa Transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif selama 14 hari sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19.

Hal ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1020 Tahun 2020 yang memutuskan DKI kembali ke PSBB Transisi. Menurut beleid itu, jika tidak terdapat peningkatan kasus yang signifikan selama perpanjangan PSBB Transisi berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat provinsi, maka akan dilanjutkan perpanjangan selama 14 hari berikutnya.

Namun, apabila terjadi peningkatan kasus secara signifikan, maka pemberlakuan PSBB Transisi ini dapat dihentikan.

“Dalam hal ini, seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kembali kebijakan rem darurat (emergency brake). Artinya, apabila terjadi tingkat penularan yang mengkhawatirkan, Pemprov DKI Jakarta dapat menghentikan seluruh kegiatan yang sudah dibuka selama PSBB Masa Transisi dan menerapkan kembali pengetatan,” ujar Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, pada Minggu (25 Oktober 2020) dalam siaran pers Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) DKI Jakarta.

Jika melihat dari pergerakan situasi Covid-19 di DKI Jakarta dalam dua minggu terakhir, penularan relatif melandai, ditandai rata-rata persentase kasus positif sepekan terakhir pada 9,9% dengan ratio test 5,8 per-1000 penduduk dalam sepekan terakhir. 

AYO BACA : JAKARTA PSBB TRANSISI: Dishub DKI Sebut Volume Lalu Lintas Meningkat 11,66%

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar