Yamaha

Angkasa Pura II Prediksi Arus Keberangkatan Jelang Libur Panjang Naik 9% Hari Ini

  Selasa, 27 Oktober 2020   Aini Tartinia
[Ilustrasi] penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

CENGKARENG, AYOJAKARTA.COM – Puncak arus keberangkatan penumpang di 19 bandara PT Angkasa Pura II diperkirakan terjadi hari ini menjelang periode libur panjang dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1422 H dari 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020.

Pada hari ini, diperkirakan penumpang dapat mencapai 90 ribu sampai 95 ribu penumpang. Atau meningkat sekitar 9% dibandingkan dengan hari lain di bulan ini. Khusus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), jumlah penumpang diperkirakan dapat mencapai sekitar 65 ribu penumpang.

Director of Operation & Service PT Angkasa Pura II, Muhamad Wasid mengatakan, seluruh bandara perseroan sudah bersiaga dalam melayani penumpang pada periode libur panjang.

AYO BACA : Sehari Jelang Libur Panjang, 9.374 Penumpang KA Tinggalkan Jakarta Hari Ini

“Protokol kesehatan dijalankan ketat demi mengutamakan keamanan dan keselamatan penerbangan. Sebagai bagian langkah antisipasi, 19 bandara mengaktifkan Piket Siaga Operasi mulai 26 Oktober sampai 1 November 2020,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2020).

Lebih lanjut Muhamad Wasid mengatakan, fasilitas di gedung terminal, sisi darat dan sisi udara seperti runway, taxiway, apron dan fasilitas penunjang lainnya dipastikan berfungsi dengan baik.

“Hal itu agar operasional penerbangan selalu berjalan lancar," ujar Wasid.

AYO BACA : Libur Panjang, Polda Jateng Prediksi Kenaikan Jumlah Kendaraan Terjadi Malam Nanti

Sementara itu, President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, sebagai upaya pencegahan covid-19, bandara PT Angkasa Pura II menjalankan protokol kesehatan melalui konsep biosecurity management (physical distancing, health screening, passenger touchless processing, people protection, facility cleanliness), yang ditambah dengan biosafety management.

Adapun, biosafety dan biosecurity management memiliki program salah satunya adalah perlindungan tenaga kerja yang telah dijalani sejak Maret 2020 guna melindungi karyawan termasuk personel operasional dan pelayanan di bandara.

Awaluddin mengungkapkan, perlindungan tenaga kerja adalah regulasi internal guna melindungi karyawan di tengah pandemi ini.

“Penyesuaian pola operasional atau pengurangan jam operasional, personel bandara memiliki waktu lebih untuk berada di rumah, namun operasional bandara tetap bisa berjalan lancar. Personel juga dilengkapi dengan APD mulai dari level 1 hingga level 3 yang disesuaikan dengan situasi dan fungsi personel,” kata Awaluddin.

AYO BACA : Libur Panjang, Wisatawan Puncak Bogor Wajib Patuhi Batas Kunjungan dan Protokol Kesehatan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar