Yamaha

Ribuan Wisatawan Puncak Bogor Jalani Rapid Test

  Kamis, 29 Oktober 2020   Husnul Khatimah
Ribuan wisatawan menjalani rapid test, Kamis (29/10/2020). (dok)

CISARUA, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Kesehatan dan Satpol PP Kabupaten Bogir melakukan pemeriksaan rapid test secara acak di sejumlah titik pada lokasi tempat wisata di kawasan Puncak kepada para wisatawan, Kamis (29/10/2020).

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan, orang-orang yang wajib mengikuti rapid dipilih secara acak, meski ada prioritas yakni mereka yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Tapi bukan yang tidak pakai protokol kesehatan saja. Intinya secara acak, terutama yang datang dari luar Bogor. Untuk memastikan Puncak aman dari penyebaran Covid-19," jelas Agus.

Dia berharap, dengan rapid test massal ini, orang yang datang ke Puncak bisa dipastikan bebas dari paparan Covid-19.

"Tujuannya kan itu. Karena kita juga tetap melakukan pengawasan di wilayah lain. Tidak hanya di Puncak," tegas Agus.

Dia juga mengimbau, masyarakat untuk menahan diri tidak berlibur di luar rumah.

"Di Puncak saat ini, ada peningkatan volume kendaraan. Kami imbau, masyarakat jika tidak terpaksa sekali, lebih baik menahan diri dan cukup di rumah saja," katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Dedi Syarif mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, mendapat bantuan 2.000 alat rapid test dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk digunakan selama libur panjang kali ini. Pemeriksaan pun disebar dengan target obyek pemeriksaan dipilih secara acak.

"Hari ini ada 1.000 alat yang kita pakai. Alat ini disebar di Simpang Gadog, Megamendung dan obyek wisata Telaga Warna," katanya.

Pada awalnya, Pemkab Bogor hanya menyiapkan 1.000 unit alat rapid test. Namun, pada Rabu (28/10) malam, Pemprov Jabar mengirimkan bantuan 2.000 alat rapid tambahan kepada Pemkab Bogor.

"Baru datang alatnya dari Pemprov Jabar. Akan kita gunakan selama libur panjang ini sampai hari Minggu. Karena kita antisipasi arus balik di akhir pekan ini," kata Dedi Syarif.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar