Yamaha

Kata Danone Indonesia Soal Boikot Produk Terkait Tragedi di Prancis

  Selasa, 03 November 2020   Aini Tartinia
ilustrasi. warga menyerukan produk boikot dari Prancis pasca statemen Emmanuel Macron yang dinilai melukai umat islam/ Republika

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Danone Indonesia menanggapi kampanye aksi boikot produk Prancis yang ada di Indonesia pascapernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap menghina umat Islam.

Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin mengatakan, Danone Indonesia tidak memiliki keterkaitan terhadap pandangan politik suatu negara, termasuk Prancis dan hal-hal di luar bisnis perseroan.

"Oleh karena itu, sebagaimana yang beredar di media, kami menyambut baik pernyataan yang disampaikan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, di mana pemerintah telah mengambil langkah untuk tak ikut serta memboikot produk-produk Prancis," ujar Arif dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (3/11/2020).

"Karena hal tersebut di luar dari konteks perdagangan," sambungnya.

Arif menuturkan, produk-produk perseroan seperti SGM dan AQUA, adalah produk-produk yang dikembangkan dan diproduksi di Indonesia oleh tenaga kerja Indonesia untuk konsumen Indonesia.

"SGM sudah hadir sejak 1973 di Indonesia dan telah menjadi kepercayaan banyak konsumen sampai sekarang," kata Arif.

AYO BACA : Emmanual Macron Disebut Tak Menunjukkan Islamphobia

Dia menambahkan, perusahaan pun akan terus memaksimalkan usaha dalam membantu menyediakan produk bernutrisi untuk mendukung generasi masa depan, serta menawarkan hidrasi sehat untuk memenuhi kebutuhan hidrasi keluarga Indonesia.

"Oleh karena itu kami akan tetap melanjutkan komitmen kami untuk melayani kebutuhan nutrisi dan hidrasi sehat melalui jutaan pedagang yang menjual produk kami di Indonesia dan disiapkan oleh hampir dari 15 ribu karyawan kami di seluruh Indonesia," tutupnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam memboikot produk Prancis sebagai buntut dari pernyataan Presiden Emmanuel Macron yang dianggap menyudutkan Islam.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Ulama Indonesia MUI, Anwar Abbas juga meminta agar pemerintah memberi tekanan dan peringatan keras terhadap Prancis dan menarik sementara waktu Duta Besar RI di Paris.

"Umat Islam Indonesia yang juga mempunyai harga diri dan martabat siap untuk membalas sikap dan tindakan itu dengan memboikot semua produk Prancis hingga Presiden Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf," kata Anwar melalui siaran pers, Jumat, (30/10/2020).

MUI juga mendesak agar Prancis menghentikan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW, termasuk karikatur dan ucapan kebencian dengan alasan apa pun.

AYO BACA : Jokowi Kecam Pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar