Yamaha

Kisah Perajin yang Manfaatkan Barang Bekas saat Pandemi di Kepulauan Seribu

  Rabu, 04 November 2020   Icheiko Ramadhanty
Ahmad Kosasih dengan kerajinan tangannya / pulauseribu.jakarta.go.id

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pandemi Covid-19 menghantam hampir semua sektor kehidupan, baik itu skala makro maupun mikro. Namun, keterbatasan dan kesulitan yang dihadapi di tengah pandemi, tidak melunturkan semangat salah satu perajin tangan di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

Dia bernama Ahmad Kosasih yang berumur 40 tahun, merupakan pelaku usaha kecil yang membuka usahanya di Jalan Jembatan Cinta RT 08/02 Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

AYO BACA : BLT UMKM Tahap 2: Ingin Dapat Bantuan 2,4 Juta? Bisa Langsung Datangi 4 Lembaga Ini!

Ahmad telah menghasilkan berbagai macam kerajinan tangan, mulai dari membuat bingkai foto, gantungan kunci, asbak dari kayu, bambu dan batok kelapa, kalung, gelang, hiasan botol minuman kaca, miniatur kapal nelayan khas Bugis dan Madura, hingga miniatur kapal pinisi dari limbah kayu jati Belanda

Ahmad sendiri mampu menghasilkan kreasi berbagai kerajinan tangan tersebut, dengan memanfaatkan barang bekas yang ada di pinggir pantai dan lingkungan sekitar tersebut.

AYO BACA : Disparekraf DKI Beri Pelatihan Keuangan UMKM untuk Mendongrak Pertumbuhan Ekonomi

“Saya mengumpulkan seal minuman kaleng, kulit kerang laut dan lainnya. Saya belajar secara otodidak,” kata Ahmad, dilansir dari pulauseribu.jakarta.go.id, Rabu (4/11/2020).

Ahmad menjelaskan, untuk memasarkan produk kerajinan tangan tersebut, dirinya hanya berharap dari wisatawan yang datang ke Pulau Tidung, dan mengikuti event pameran dari Dekranasda mewakili Kepulauan Seribu meski tidak selalu rutin.

"Tentunya bersyukur dengan menggeliatnya kembali pariwisata, berarti perekonomian kembali berputar. Harga kerajinan tangan dijual dari mulai Rp.30 ribu hingga Rp.500 ribu untuk harga miniatur kapal pinisi," terangnya.

Selama pandemi Covid-19, dia mengaku penjualan menurun, mengingat wisata Kepulauan Seribu khususnya Pulau Tidung sempat ditutup.

“Beruntung dibantu oleh bantuan sosial dari pemerintah pusat dan daerah. Saya pun berharap bantuan Kabupaten Kepulauan Seribu agar dapat mengakses program pemerintah pusat terkait bantuan bagi UMKM selama pandemi," harapnya.

AYO BACA : Pelaku UMKM Harus Mampu Manfaatkan Era Digital E-Commerce di Masa Pandemi Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar