Yamaha

Jakmania Usul Kompetisi Liga 1 2020 Sebaiknya Dihentikan, Ini Tanggapan PSSI

  Sabtu, 07 November 2020   Khoirur Rozi
Jakmania Usul Kompetisi Liga 1 2020 Sebaiknya Dihentikan, Ini Tanggapan PSSI (ilustrasi)/jakmania.id

TEBET, AYOJAKARTA.COM - PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah mengumumkan kelanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2020 bakal digelar awal tahun 2021. Berdasarkan surat bernomor 394/LIB-KOM/XI/2020, kompetisi tersebut mulai digelar Februari-Juli tahun depan.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Jakmania, Dicky Soemarno mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 sebaiknya Liga 1 musim 2020 dihentikan. Artinya, tidak ada kompetisi untuk musim 2020 ini.

"Sejak awal pandemi kami para pengurus Jakmania kita sepakat untuk lebih baik Liga dihentikan sementara, karena pandemi ini kita gak tahu ujungnya ada di mana dan kapan," kata Dicky dalam webinar bertajuk 'Suara Pemain ke-12' yang diselenggarakan Jurnalis Olahraga Yogyakarta (JOY), Sabtu (7/11/2020).

Menurut Dicky, suporter Persija Jakarta yang tergabung dalam Jakmania lebih sepakat jika tahun depan masuk ke musim kompetisi baru, yakni 2021. Baginya, menggelar Liga 1 musim 2020 pada tahun depan bukan solusi yang tepat.

"Kalau ditanya sikap Jakmania, kita kecewa dengan sikap operator (PT LIB) dan kita sebaiknya hentikan liga 2020. Jadi mulai aja dari awal nanti musim 2021. Jadi semua restart dari awal, semua klub bukan hanya Persija," jelasnya.

Penundaan liga menurut Dicky hanya merugikan klub. Sebab selama liga ditunda klub tetap harus mengeluarkan biaya operasional yang tidak sedikit.

"Yang kita pikirkan di sini adalah klub ya, semakin menunda liga berjalan, semakin besar kerugian yang akan dialami oleh klub, karena klub tetap harus bayar operasional seperti gaji dan lainnya. Dalam keadaan normal saja klub terkadang kekurangan uang apalagi dalam keadaan seperti ini," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pemberdayaan Suporter PSSI, Budiman Dalimunthe menanggapi perihal kerugian klub lantaran kompetisi ditunda. Menurutnya, ditunda atau dihentikannya kompetisi Liga 1 2020, klub tetap harus membayar biaya operasional termasuk gaji pemain.

Lebih lanjut dia menjelaskan, selama pandemi Covid-19 ada kompensasi bagi klub soal gaji pemain. Jika tidak ada kompetisi, klub hanya berkewajiban membayar 25 persen gaji. Sedangkan jika ada kompetisi, maka gaji yang harus dibayarkan sebesar 50 persen. 

"Yang perlu teman-teman suporter pahami, ada atau tidaknya kompetisi, selama ada kontrak pemain, klub wajib membayar 25 persen gaji sampai akhir masa kontrak. Nah jika ada kompetisi maka harus bayar 50 persen," jelasnya.

Acara webinar ini diikuti oleh sejumlah perwakilan ketua suporter klub sepakbola Indonesia, di antaranya Ketua Umum Jakmania, Dicky Soemarno; Ketua Umum Slemania, Rengga Dian; Presiden Pasopati, Aulia Haryo Suryo; Presiden Brajamusti, Muslich Burhanudin; dan Capi Green Nord Persebaya, Cak Ipul. Sedangkan perwakilan PSSI adalah Ketua Pemberdayaan Suporter PSSI, Budiman Dalimunthe.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar