Yamaha

Mengenang Sosok Almarhum Daryono, Kiper Asal Semarang Melejit di Persija Jakarta

  Senin, 09 November 2020   Budi Cahyono
Daryono saat membela Persija Jakarta. (dok Persija)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sepak bola Indonesia kembali berduka. Kiper Badak Lampung FC, Daryono, tutup usia di RS AL dr.  Mintoharjo, pada Senin (9/11/2020).

Kabar kepergian Daryono ini menjadi kabar duka bagi rekan-rekan seprofesinya di sepak bola. Ucapan duka cita disampaikan manajemen Badak Lampung FC melalui Instagram klub, Senin (9/11/2020).  

“Seluruh manajemen dan ofisial BLFC turut berduka cita atas meninggalnya salah satu keluarga Laskar Saburai (julukan Badak Lampung FC), Daryono. Semoga almarhum mendapat tempat yang terbaik di sisi-Nya," demikian unggahan dari Instagram Badak Lampung.

"Terima kasih kepada seluruh waghei yang sudah membantu selama masa perawatan Daryono. Kita bisa berbuat namun Tuhan punya rencana lain," keterangan dari klub.

"Hari ini sungguh amat berbeda, hari ini akan selamanya berbeda. Selamat jalan Daryono, engkau akan selalu kami kenang selamanya," demikian narasi yang tertulis pada unggahan tersebut.

Media Officer Badak Lampung FC, Imam Rizaldi mengatakan, menerima kabar meninggalnya kiper berpostur 178 cm itu pada Senin dini hari WIB.

"Mas Daryono meninggal karena sakit DBD (demam berdarah). Kami baru mendapatkan kabar pada pukul 05.00 WIB tadi. Namun untuk informasi detail tentang sakit almarhum, kami kurang tahu," kata Imam Rizaldi, Senin (9/11/2020).

AYO BACA : Jakmania Usul Kompetisi Liga 1 2020 Sebaiknya Dihentikan, Ini Tanggapan PSSI

Posisi almarhum saat ini dikatakan Imam Rizaldi ada di Jakarta. Imam juga menuturkan belum mendapatkan kabar lebih lanjut tentang rencana pemakaman Daryono.

Sebelumnya, Daryono sempat dirawat intensif di rumah sakit di Lampung. Pada  26 Oktober 2020, pihak keluarga membawa almarhum ke Jakarta untuk dirawat secara intensif.

Kenangan Persija

Sebelum bergabung dengan Badak Lampung FC, Daryono sempat berkostum Persija Jakarta dan menjadi bagian dari Macan Kemayoran merengkuh titel juara.

Sejak musim 2012, Daryono tercatat sebagai pemain Macan Kemayoran dari U-21 hingga senior. Ia sempat berhenti sejenak karena menjalani pendidikan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Musim 2018 menjadi tahun spesial bagi Daryono. Ia tercatat sebagai bagian Persija saat merengkuh tiga gelar sekaligus.

Direktur Olahraga Persija, Ferry Paulus menyampaikan duka mendalamnya atas kepergian Daryono. Menurutnya Daryono adalah lelaki pekerja keras yang sangat peduli dengan keluarga.

AYO BACA : Begini Cara Pemain Muda Persija Memaknai Sumpah Pemuda

“Daryono adalah pemain pekerja keras. Sebelum menikah, sebagian besar gaji dikirimkan untuk keluarga dan orang tua. Anaknya santun, tidak pernah menuntut dan sangat taat agama,” ujar Ferry Paulus dikutip dari laman resmi klub.

“Selamat jalan Daryono. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi-Nya dan segala dosa diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” tutupnya.

Rekam jejak Daryono cukup moncer sebagai penjaga gawang. Lahir di Semarang pada 5 Maret 1995, bakat moncer Daryono terlihat sejak bergabung dengan PPLP Jawa Tengah atau dikenal dengan sebutan Diklat Salatiga.

Walaupun lahir di Semarang, kiper yang dikenal murah senyum ini justru identik dengan tim Ibu Kota, Persija Jakarta. Dia memulai karier bersama tim muda Persija U-21.

Pada tahun 2013, Daryono muda naik ke level senior di klub Persija. Bahkan dari catatan yang ada, dia bertahan di Persija hingga tahun 2018. Bersama skuad Macan Kemayoran, bakatnya terasah dan semakin melejit.

Selama di tim kebanggaan suporter The Jakmania ini, Daryono memang berada di bawah bayang-bayang kiper andalan Persija, Andritany Ardhiyasa. Kiper timnas Indonesia ini yang menjadi pilihan utama pelatih.

Pada musim 2018, Daryono merengkuh kampiun Liga 1 musim 2018 dan Piala Presiden 2018.  Musim berikutnya, tepatnya musim 2019 Daryono memilih bergabung dengan tim pendatang baru, Badak Lampung FC.

Tim ini tampil sebagai kontestan Liga 1 setelah mengakuisisi Perseru Serui yang mengalami kesulitan finansial. Hanya semusim di kasta tertinggi, Badak Lampung harus terdegradasi ke Liga 2 musim 2020.

AYO BACA : LIGA 1: Ini Tanggapan Persija Soal Rapat Klub di Yogyakarta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar