Yamaha

Belajar dari Pandemi, Saatnya Manusia Kembali Menghargai Kehidupan dan Kesehatan

  Sabtu, 14 November 2020   Adi Ginanjar Maulana
Dokter Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp, PD yang merupakan dokter penyakit dalam, saat memberikan paparan dalam Webinar KPCPEN bertema Tantangan penyintas beradaptasi dan lindungi diri dengan imunisasi di Jakarta, Rabu (11/11/2020)/ istimewa

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp. PD mengajak masyarakat untuk kembali menghargai kehidupan dan kesehatan di tengah pandemi Virus Corona. Banyak hal yang berubah saat pandemi terjadi, hingga mengubah tatanan kehidupan manusia.

AYO BACA : Uji Coba Vaksin Besutan Oxford dan AstraZeneca Masuki Tahap 90 Persen

Andi bahkan mengemukakan banyak hal yang diabaikan selama ini, menjadi kembali diperhatikan saat manusia berada dalam wabah. Sebagai tenaga medis, ia tak hanya dibebankan menanggulangi pandemi, namun juga memiliki tanggung jawab agar masyarakat Indonesia menjadi sehat.

AYO BACA : Berstatus Zona Kuing, Tangsel Bakal Buka Sekolah Tatap Muka Januari 2021

“Target kami mencegah sebanyak mungkin agar orang tidak sakit, melalui kampanye 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selain itu juga kampanye 3T, tracing, testing, dan treatment serta vaksinasi,” ujarnya dalam Tantangan Penyintas Beradaptasi & Lindungi Diri dengan Imunisasi yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Rabu, (11/11/2020).

“Banyak pasien yang dulunya tidak mengetahui jika memiliki penyakit penyerta atau komorbid, setelah diperiksa Covid-19, baru mengetahuinya. Jadi mereka ini harus lebih baik lagi perawatannya. Misalnya mereka yang obesitas, mengkonsumsi gula tinggi, diubah pola hidupnya menjadi plant-based diet. Sehingga berat badannya turun dan daya tahan tubuhnya jauh lebih baik. Juga yang punya riwayat kardiovaskular misalnya, harus lebih baik perawatannya selama dan setelah wabah ini,” kata dia.

Ia pu menjelaskan perihal program reserve then reverse. Maknanya, tenaga kesehatan mempertahankan daya dukung dari pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit, kemudian mensosialisasikan pola hidup sehat. 

“Selain itu, layanan kesehatan yang lebih paripurna dan memanusiakan manusia juga menjadi kunci dari sehatnya masyarakat Indonesia kedepannya,” pungkasnya.

AYO BACA : Kasus Covid-19 Indonesia Catat Rekor Baru! Penambahan 5.444 Kasus Dengan Jumlah Sampel Tes Lebih Dari 42 Ribu! (Update 13 November 2020)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar