Yamaha

Bidik Eksekutif Muda, Sepatu Kulit Asli Indonesia Ini Diminati Dubes hingga Laris di Tengah Pandemi

  Rabu, 18 November 2020   Budi Cahyono
Sepatu kulit asli produksi Indonesia. (dok Prabu Indonesia)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Di tengah perkembangan tren fesyen yang begitu pesat, salah satu brand sepatu lokal, Prabu Indonesia fokus pada penjualan sepatu berbahan dasar kulit asli Indonesia.

Dengan model sepatu kantoran, produk dari brand lokal asli Tanah Air ini fokus menggaet pangsa pasar para eksekutif muda.

Pendiri Prabu Indonesia, Lisa Yumi mengatakan, sepatu yang dirilis oleh Prabu Indonesia menggunakan material kulit asli dari sapi lokal asal Jawa. Pasalnya, material kulit itu diyakini memiliki kualitas terbaik di kelasnya. Apalagi, Prabu Indonesia memegang komitmen untuk menggunakan bahan bahan asli Indonesia.

"Semua produk di buat di Indonesia dan manufakturnya di pabrik sendiri, tujuannya untuk menekan cost. Kita juga menjual produk dengan harga terjangkau karena memang marginnya jauh lebih kecil dari brand lain," kata Lisa dalam jumpa pers secara daring belum lama ini.

AYO BACA : Perlawanan Maraknya Social Bullying, Amble-Wallts Bikin Produk Tema Anti-Bullying dan Self Love

Lisa juga mengatakan, Prabu Indonesia berkomitmen untuk membantu menggeliatkan perekonomian masyarakat sekitar. Buktinya, 80% pekerja di pabrik berasal dari masyarakat sekitar yaitu di daerah Bogor, Ciawi.

Sementara itu, pengguna sepatu kulit ini menurut Lisa, mayoritas berasal dari kalangan pekerja kantoran. Lisa melihat, pengguna sepatu kulitnya didominasi adalah pekerja kantoran berusia 25-45 tahun.

Namun, untuk menjangkau pengguna sepatu dari berbagai kalangan, Prabu Indonesia juga menghadirkan produk baru berupa sneaker yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

"Untuk sepatunya sendiri kita kebanyakan sampai sekarang sepatu kantor. Tapi untuk tahun ini kita sudah launching untuk model lifestyle dan responsnya bagus sekali sih. Untuk peminat lifestyle memang jadi lebih muda. Kan kalau model kantoran kita pakem di 25-45 tahun, tapi untuk casual sneaker itu umur 20 juga sudah ada yang beli," kata Lisa.

AYO BACA : Tampil Hypebeast dengan Sepatu Lokal Athletica by Geoff Max

Tak tanggung-tanggung meski baru diluncurkan pada 2019 lalu, Prabu Indonesia telah berhasil mencuri perhatian Dubes Australia. Terlebih, kata Lisa, produk sepatu asli Indonesia itu banyak diminati oleh pasar Australia.

"Responsnya lumayan bagus untuk di Australia karena memang mereka style smart casual-nya masih jalan banget di sana, jadi penerimaannya bagus banget sih kalau di Australia. Bahkan produk kita sudah dipakai sama Dubes Australia. Jadi waktu itu kita lagi pameran di Melbourne, Pak Dubes datang dan katanya nama merek kita sama dengan nama anaknya. Jadi kita bikinin spesial dan dipakai Pak Dubes," ungkap Lisa.

Laris Manis di Masa Pandemi

Siapa sangka, Prabu Indonesia juga laris manis di tengah pandemi Covid-19 ini. Padahal melihat situasi selama pandemi ini, semua sektor perekonomian tak luput dari imbas negatifnya. Namun, tanpa diduga, di tengah pandemi ini angka penjualan sepatu Prabu Indonesia terhitung mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi.

"Kita pas pandemi pertumbuhannya  bulan ke bulannya 20%-40%, growth-nya sampai sekarang sih, dari bulan Maret itu peningkatannya memang agak luar biasa. Kita juga rada bingung sih karena logikanya orang gak ngantor kan pas WFH, gak pakai sepatu, cuman dari segi penjualannya naik terus," Katanya.

Tak hanya itu, saat ini, penjualan Prabu Indonesia juga tidak hanya di Indonesia, namun sudah merambah ke pasar Australia, Malaysia, dan Singapura. Lisa bahkan memiliki cita-cita produknya bisa tembus pasar Jepang.

Namun Lisa mengakui, untuk tahun ini pihaknya berusaha untuk menguatkan pasar Tanah Air. Sementara itu untuk rentang harga sepatu Prabu Indonesia tergolong cukup terjangkau yakni berkisar Rp450.000-Rp700.000. (Eneng Reni)

AYO BACA : Ingin Potong Rambut Kekinian tapi Bingung Model? Ikuti Tips Ini agar Tak Keliru

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar