Yamaha

Kepulauan Seribu Mampu Hasilkan Rp21,75 Juta Sebulan dari Pengelolaan Sampah

  Kamis, 19 November 2020   Icheiko Ramadhanty
Penumpulan sampah di Kepulauan Seribu (beritajakarta.id)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Hingga saat ini, sampah masih menjadi permasalahan bagi beberapa masyarakat Indonesia. Pengelolaan sampah masih memerlukan banyak edukasi, yang nantinya dapat menggerakkan roda perekonomian suatu masyarakat.

Peran serta masyarakat dalam menangani persoalan sampah sangat diperlukan. Terutama, untuk melakukan pengelolaan sampah sejak dini atau dari sumbernya.

Namun, terdapat daerah yang masyarakatnya dianggap berhasil untuk mengelola sampah. Daerah tersebut yaitu Kabupaten Kepulauan Seribu, salah satu wilayah administratif DKI Jakarta.

AYO BACA : Selesaikan Masalah Sampah Permukiman Warga, Jaktim Bangun 394 Bank Sampah di 10 Kecamatan

Berkat sosialisasi dan edukasi yang terus dilakukan, saat ini di Kabupaten Kepulauan Seribu sudah ada 24 bank sampah binaan yang tersebar di enam kelurahan, baik di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara maupun Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Djoko Rianto Budi Hartono, mengatakan keberadaan bank sampah ini sangat penting dalam pemilahan sampah sejak dini. Melalui bank sampah, warga juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan.

"Sebanyak 24 bank sampah ini rata-rata setiap bulan bisa mereduksi hingga 12,6 ton sampah yang bernilai ekonomi mencapai sekitar Rp21,75 juta," ujarnya, dilansir dari beritajakarta.id, Rabu (18/11/2020).

AYO BACA : Tanggulangi Luapan Kali Ciliwung, Kecamatan Kramat Jati Siapkan Pompa dan Pintu Air

Djoko berharap, kepedulian warga di Kepulauan Seribu untuk melakukan pemilahan sampah sejak dini bisa terus ditingkatkan.

"Kami ingin semakin banyak lagi bank sampah di Kabupaten Kepulauan Seribu. Sehingga, sampah yang dibuang bisa semakin berkurang mengingat pengangkutan sampah dari Kepulauan Seribu prosesnya cukup panjang," jelasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan untuk optimalisasi penanganan sampah, Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu juga melakukan pengembangan dan pembinaan terhadap 11 instalasi biokonversi maggot untuk mereduksi sampah organik di pulau-pulau permukiman yang terus berkembang setiap bulannya.

Menurutnya, pada Agustus 2020 dari 11 instalasi atau rumah maggot berhasil mengembangkan sebanyak 1,02 kilogram pupa dan larva dewasa serta berhasil mereduksi 4,92 kilogram sampah organik. Kemudian, di bulan September menghasilkan 9,85 kilogram pupa dan larva dewasa hingga berhasil mereduksi 25,85 kilogram sampah organik.

"Untuk bulan Oktober sudah menghasilkan 53,83 kilogram pupa dan larva besar dengan reduksi mencapai 38,62 kilogram sampah organik. Jadi, total reduksi sampah organik sudah sebanyak 69,39 kilogram selama tiga bulan," tandasnya.

AYO BACA : Pemkot Jaksel Berharap Komunitas Peduli Lingkungan JakOne Artri Bentuk Karakter Generasi Muda

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar