Yamaha

Tunggu Cair KJP Plus Tahap 2 Sepekan ke Depan, Cek Nama Lewat 7 Cara Ini!

  Jumat, 20 November 2020   Aini Tartinia
[ilustrasi] Siswa menunjukkan KJP Plus (Republika)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Sampai saat ini, belum ada pemberitahuan informasi dari Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, mengenai pencairan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap 2 Tahun 2020.

"Selamat siang. Saat ini masih dalam proses penetapan Kepgub," tulis akun resmi @upt_p4op di Twitter, Kamis (19/11/2020).

Jika merujuk pada KJP Plus Tahap 1 sebelumnya, pencairan dilakukan di atas tanggal 20-an. Pencairan keempat bulan lalu, dilakukan pada 23 Oktober 2020 untuk SD/SDLB/MI, 26 oktober 2020 untuk SMP/SMPLB/MTs/PKBM dan 27 Oktober 2020 untuk SMA/SMALB/MA serta SMK.

Kemungkinan, untuk pencairan KJP Plus Tahap 2 Tahun 2020 ini, Ayojakarta memprediksi dana bantuan DKI ini bakal cair antara 20 November 2020 hingga 30 November 2020 mendatang. Biasanya, jika sudah rampung, pengumuman pencairan KJP Plus Tahap 2 Tahun 2020 bakal dipublikasikan melalui akun Instagram resmi @upt.p4op atau @disdikdki.

Nah, tak perlu khawatir. Kalian bisa mengecek nama putra dan putri kalian terlebih dahulu untuk memastikan sebagai data final calon penerima untuk pencairan KJP Plus Tahap 2 Tahun 2020 dengan cara terbaru berikut ini :

Sebelumnya, untuk mengecek nama putra dan putri kalian sebagai penerima KJP Plus Tahun 2020 melalui web kjp.jakarta.go.id, lalu masuk ke menu status pencarian KJP dan KJMU. Namun, saat ini menu tampilan pencarian hanya untuk status penerimaan KJMU. Lalu, bagaimana?

Pertama, buka aplikasi browser menggunakan laptop atau komputer, lalu ketik di kotak url atau kolom pencarian bit.ly/cekkjp2020. Setelah itu, klik tombol enter pada keyboard kalian.

Kedua, setelah itu muncul tampilan folder bertuliskan Daftar Calon Penerima KJP Tahun 2020 Tahap 2. Lalu, klik dua kali dan muncul folder DKI Jakarta, klik kembali sampai ada 5 folder yang masing-masing terdiri dari wilayah di ibukota.

Ketiga, pilih kota administrasi sesuai dengan alamat sekolah putra dan putri kalian. Contohnya, jika putra dan putri kalian bersekolah di wilayah Jakarta Selatan, klik dua kali folder Jakarta Selatan dan kemudian muncul masing-masing 10 folder per kecamatan di wilayah tersebut.

Keempat, misalnya posisi sekolah putra dan putri kalian berada di Kecamatan Pancoran, klik dua kali folder tersebut dan nanti akan ditampilkan 6 jenis dokumen sesuai jenjang sekolah yang ada di kecamatan tersebut, yakni terdiri dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pancoran, Madrasah Aliyah (MA) Pancoran, Madrasah Tsanawiyah (MTS) Pancoran, SD Pancoran, SMP Pancoran, SMA Pancoran, dan SMK Pancoran.

Kelima, perlu diketahui satu jenis dokumen tersebut berisikan seluruh nama sekolah yang ada di Kecamatan Pancoran. Misal, jika anak kalian bersekolah di salah satu MA Pancoran, data nama serta sekolah bercampur dengan sekolah MA lainnya di dalam data tersebut.

Keenam, untuk mencari nama anak kalian langsung saja tekan ctrl + f (jika menggunakan komputer atau laptop), lalu akan muncul kotak “Cari di sheet” dan ketik nama putra dan putri kalian.

Ketujuh, jika nama anak kalian beserta sekolahnya muncul, berarti terdaftar sebagai calon penerima KJP Plus Tahap 2 Tahun 2020. Namun, kalian harus konfirmasi kembali ke pihak sekolah bahwa apakah telah disetujui pihak sekolah atau belum. Jika sudah, kalian tinggal tunggu pencairan dana pencairan dana KJP Plus Tahap 2 Tahun 2020.

Manfaat setelah pencairan?

Jika kalian lolos mendapatkan kartu KJP Plus Tahap 2 Tahun 2020 dari Pemprov DKI, pemberian dana biasanya dibagi dua yakni dana rutin dan dana berkala. Dana rutin dapat dipergunakan mulai tanggal 1 hingga 3 setiap bulan dan Dana Berkala dapat mulai digunakan untuk belanja keperluan sekolah pada libur semester

Namun, kebijakan itu diubah selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta. Seluruh dana yang diberikan bisa ditarik tunai.

Dana berkala juga diberikan tiap bulan, bersamaan dengan dana rutin.

Misalnya, siswa SD biasanya mendapatkan dana rutin Rp135 ribu per bulan, Rp100 ribu bisa ditarik tunai. Sementara itu, sisanya untuk belanja pangan murah secara non-tunai. Kini, dana Rp135 ribu itu bisa ditarik tunai seluruhnya.

Tapi ingat, gunakan dana rutin dan dana berkala untuk kebutuhan pangan, kebutuhan kesehatan, dan kebutuhan pendidikan, ya. Jangan gunakan dana tersebut di luar kebutuhan yang telah ditentukan. Gunakan manfaat bantuan KJP Plus secara bijak.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar