Yamaha

PENCAIRAN BLT GELOMBANG 2: Tahap 4 Segera Cair ke 2,44 Juta Rekening Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN Termasuk BCA

  Sabtu, 21 November 2020   Eries Adlin
PENCAIRAN BLT GELOMBANG 2: Tahap 4 Segera Cair ke 2,44 Juta Rekening Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN Termasuk BCA (ilustrasi)/republika

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pencairan bantuan langsung tunai (BLT) gelombang atau termin 2 batch 4 segera mengalir ke 2,44 juta rekening penerima di Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN termasuk BCA.

Pencairan BLT, kemudian disebut bantuan subsidi upah (BSU), gelombang 2 batch 4 kini masih dalam penyaluran dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) kepada bank penyalur yang termasuk Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN.

Selanjutnya, bank penyalur akan melakukan pencairan BLT gelombang 2 batch 4 senilai Rp1,2 juta untuk bantuan November dan Desember ke rekening penerima di Himbara dan non-Himbara yakni bank swasta termasuk BCA.

Total anggaran dalam pencairan BLT gelombang 2 batch 4 untuk 2,44 juta pekerja dan buruh formal ini mencapai Rp2,93 triliun.

“Alhamdulillah, pemerintah kembali menyalurkan bantuan subsidi gaji batch IV untuk termin kedua ini kepada 2,44 juta pekerja/buruh dengan anggaran yang disalurkan mencapai Rp 2,93 triliun ,” kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah melalui keterangan persnya, Jumat (20 November 2020).

Jika dijumlahkan dari pencairan BLT gelombang 2 batch 1 hingga batch 4, pemerintah telah menyalurkan subsidi gaji termin kedua kepada 10,48 juta penerima atau 84,5 persen dari keseluruhan penerima yang mencapai 12,4 juta orang.

Berikut ini rincian pencairan BLT gelombang 2 yang sudah dan segera disalurkan:

  • batch 1 sebanyak 2.180.382 pekerja/buruh

  • batch 2 sebanyak 2.713.434 pekerja/buruh

  • batch 3 sebanyak 3.149.031 pekerja/buruh

  • batch 4 sebanyak 2.442.289 pekerja/buruh.

Menaker Ida menyarankan pekerja yang merasa berhak mendapat BLT atau BSU namun masih belum menerima agar segera melapor dengan manajemen perusahaan dan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.  Dengan demikian, data pekerja/buruh yang kurang tersebut dapat diperbaiki.

“Karena sumber datanya dari BPJS Ketenagakerjaan sehingga penyelesaian data ini harus dikoordinasikan dengan mereka juga. Barulah nanti BPJS Ketenagakerjaan akan menyampaikan koreksi kepada Kemnaker,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah memberikan bantuan subsidi gaji kepada pekerja yang masuk kriteria di dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020. Adapun kriteria tersebut antara lain Warga Negara Indonesia (WNI), aktif menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hingga 30 Juni 2020, mencantumkan NIK, memiliki rekening aktif, dan penerima upah di bawah Rp 5 juta.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar