Yamaha

Beri Pemahaman Soal Isolasi Mandiri, Gugus Tugas Kelurahan Munjul Sosialisasi Warga

  Sabtu, 21 November 2020   Aini Tartinia
Sosialisasi isolasi mandiri bagi warga Kelurahan Munjul, Jakarta Timur/dok: timur.jakarta.go.id

CIPAYUNG, AYOJAKARTA.COM – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur melakukan sosialisasi terkait isolasi mandiri bagi warga.

Mereka memberikan pemahaman bagi warga yang bisa menjalani isolasi mandiri di rumah bila memiliki hunian layak.

Lurah Munjul, Sumarjono mengatakan, pihaknya terus memberikan pemahaman kepada warga dalam penanganan Covid-19. Kegiatan sosialisasi tersebut meliputi ketentuan yang harus dipenuhi saat mereka yang terpapar dan hendak menjalani isolasi mandiri di rumah.

AYO BACA : Jurus Kasudin SDA Jakpus Tanggulangi Banjir, Bangun 302 Sumur Resapan

“Jika warga ingin isolasi mandiri,  harus melihat lebih jauh.  Apabila rumah tidak layak untuk isolasi mandiri jangan dipaksakan," kata Sumarjono, dilansir timur.jakarta.go.id, Jumat (20/11/2020).

Sumarjono menuturkan, kondisi rumah yang dimaksud yakni pasien terkonfirmasi Covid-19 berada di ruang terpisah dengan anggota keluarga lain yang tidak terpapar. Hal ini untuk mencegah kontak langsung antara pasien dengan anggota keluarga lain.

"Pemahaman ini yang terus diberikan agar masyarakat semakin mengerti," ujarnya.

AYO BACA : Pascaterhenti karena Covid-19, Pemkot Jakut Buka Kembali Layanan SILA di Mal

Kelayakan rumah untuk isolasi mandiri, kata Sumarjono, nantinya akan ditentukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 diwilayah. Karena nantinya, mulai dari Puskesmas, hingga Ketua RT dan atau RW yang memberikan keputusan.

"Karena kita juga harus samakan persepsi agar warga juga tahu aturan yang sudah ditetapkan," tuturnya.

Sumarjono menambahkan, warga yang menjalani isolasi mandiri harus dapat persetujuan dari lingkungan. Poin ini penting karena Gugus Tugas Penanganan Covid-19 RT dan atau RW dilibatkan memantau kepatuhan warga selama menjalani isolasi mandiri.

"Ini juga untuk mencegah pasien keluar rumah, dan warga yang melihat harus segera melaporkan ke petugas," ungkapnya.

Selama menjaga warganya yang menjalani isolasi mandiri, lanjut Sumarjono, pengurus RT dan atau RW juga diimbau selalu berkoordinasi. Di antaranya, tetap berkomunikasi dengan Puskesmas, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, untuk pengawasan mendalam.

"Karena kalau masih membandel, akan diambil tindakan tegas dengan dikirim ke wisma atlet," pungkasnya.

AYO BACA : Ada 22.683 Kilogram E-waste di Jakarta Tahun Ini! Simak Cara Layanan Jemput E-waste

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar