Yamaha

Tak Diakui Kemendagri, Ini Alasan SKT FPI Tak Diperpanjang

  Minggu, 22 November 2020   Fitria Rahmawati
Ilustrasi FPI.( sinarlampung.co)

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) ternyata tidak terdaftar di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benny Irwan mengatakan, FPI tidak membuat dan merapatkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumat Tangga (AD/ART).

Benny mengatakan,  Surat Keterangan Terdaftar (SKT) bagi ormas perlu diperpanjang lima tahun sekali. Sedangkan, SKT FPI terakhir yang terdaftar adalah 20 Juni 2019. Pihak FPI, kata Benny, masih memiliki keinginan untuk memperpanjang SKT.

AYO BACA : FPI Sebut Kegiatan di Petamburan Dapat Bantuan dari Pemprov DKI

Jika SKT tidak diperpanjang, Benny menuturkan, maka ormas tersebut tidak diakui karena sifatnya tidak terdaftar secara resmi.

"Tidak terdaftar tidak diakui sebagai ormas yang mengikuti aturan. Kalau tidak terdaftar tidak ada seharusnya tidak diakui," kata Benny.

AYO BACA : Presiden PKS Sebut Habib Rizieq akan Lakukan Analisis Terhadap UU Cipta Kerja

Menanggapi hal itu, pihak FPI justru mengaku tak butuh pengakuan dari Kemendagri. Itu lantaran SKT sifatnya hanya untuk bantuan anggaran kegiatan bagi organisasi. Sementara, FPI mengklaim masih bisa berkegiatan tanpa bantuan pemerintah.

Pengacara FPI Aziz Yanuar mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan segala persyaratan untuk memperpanjang SKT tersebut. 

Namun, apabila Kemendagri memang tidak mau mengurusnya, FPI pun tidak ngotot untuk mendapatkan pengakuan. 

"Sudah semua, sudah ada kok tinggal mereka mau ngeluarin atau enggak. Enggak ngeluarin juga enggak apa-apa kok kita enggak perlu kok," kata Aziz saat dihubungi Suara.com - jaringan Ayojakarta, Sabtu (21/11/2020). 

"Kan kita udah bilang, enggak dikeluarin juga enggak, kita enggak peduli," tambah Aziz. 

AYO BACA : Tiba di Indonesia, Rizieq Disambut Ribuan Simpatisan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar