Yamaha

Doni Monardo Dapat Laporan Petugas Kesehatan Sulit Lakukan Pelacakan di 6 Klaster Kerumunan Besar

  Minggu, 22 November 2020   Icheiko Ramadhanty
kerumunan massa penjemput Rizieq Shihab/ Suara.com

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo, mengungkap bahwa Lurah Petamburan, Setiyanto, yang dinyatakan positif Covid-19 menjadi titik awal pelacakan. Selain itu, Setiyanto juga hadir dalam acara Maulid dan pernikahan anak dari Rizieq Shihab beberapa waktu lalu.

Pada Sabtu sore (21/11/2020), Doni melakukan rapat virtual dengan kepala dinas kesehatan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, serta Satgas dari wilayah tersebut. Dalam rapat itu, Doni mengatakan akan fokus pada 3T yaitu tracing, tracking, dan treatment atas sejumlah klaster kerumunan yang telah terjadi beberapa bulan ini.

Diantaranya klaster kerumunan Demo Omnibus Law RUU Cipta Kerja, pascaliburan panjang akhir Oktober, penjemputan Rizieq di Bandara, kerumunan di Tebet, Megamendung, dan Petamburan.

AYO BACA : Dokter Tetap Sarankan Masyarakat Wajib Vaksinasi di Tengah Pandemi

Dalam rapat koordinasi yang disampaikan oleh peserta rapat, menyebutkan bahwa baik kerumunan di Petamburan maupun di Megamendung, petugas kesehatan masih kesulitan untuk melakukan pelacakan. Petugas kesehatan dihalang-halangi ketika hendak masuk melakukan tracing dan tracking.

“Diharap, Satgas Covid-19 Pusat, tidak saja memberi tambahan fasilitas swab tetapi juga dukungan agar bisa masuk ke kluster kluster yang dicurigai berpotensi menjadi pusat penularan,” begitu laporan dari peserta rapat koordinasi kepada Doni, Sabtu (21/11/2020).

Menanggapi masalah tersebut, Doni menyadari ada kesulitan yang dihadapi oleh petugas kesehatan di lapangan. Dia menuturkan dibutuhkan kerelaan hati dari masyarakat untuk melakukan swab test, terutama masyarakat yang pernah mengikuti 6 klaster kerumunan tersebut.

AYO BACA : Berebutlah Disuntik Vaksin Anti Covid-19 Jika Sudah Tersedia

“Tes swab di Puskesmas, tidak dipungut biaya,” tegasnya.

“Sampaikan bahwa kami akan melakukan test massal, dimulai dari keluarga inti yang positif. Ini bagian dari upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Karenanya perlu kerja sama yang baik dan harmonis. Semua harus dilakukan dengan pendekatan humanis,” lanjut Doni.

Kepada aparat Satgas Covid-19 daerah, Doni meminta untuk melanjutkan kerja kerasnya menemukan kasus positif dan segera dilakukan karantina di tempat yang telah ditentukan bagi OTG maupun yang sudah bergejala, supaya semua bisa selamat.

“Bagi yang positif, pemerintah menyediakan fasilitas isolasi mandiri. Jangan ragu untuk ikut test, dan jangan takut kalau positif,” tutur dia.

Doni meminta petugas melakukan pendekatan secara persuasif. Petugas diminta mengajak masyarakat mau bekerjasama atas nama nilai-nilai kemanusiaan.

“Mulailah dengan tracing dari Lurah Petamburan. Selanjutnya tes massal dari keluarga inti semua yang positif,” ujar Doni.

AYO BACA : Keraguan Protokol Kesehatan saat Sekolah Kembali Dibuka

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar