Yamaha

Covid-19 DKI Jakarta: Setelah Pecah Rekor Sabtu Lalu, Kasus Hari Ini Turun

  Minggu, 22 November 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi wabah corona/ shutterstock

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Berdasarkan data pada hari ini, Minggu (22/11/2020) pukul 12.00 WIB, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan harian Covid-19 sebanyak 1.342 kasus di DKI Jakarta. Angka ini turun dibanding Sabtu lalu, yakni sebanyak 1.579 kasus.

Dari penambahan hari ini, menjadikan total positif Covid-19 di DKI secara kumulatif mencapai 127.164 kasus. Angka tersebut termasuk kumulatif kasus sembuh sebanyak 115.845 kasus serta 2.525 kasus meninggal dunia.

Sehingga, kasus aktif di DKI Jakarta saat ini tercatat sebanyak 8.794 kasus. Menurut catatan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kasus aktif tersebut merupakan kasus yang masih menjalani perawatan. 

Perawatan tersebut meliputi isolasi mandiri maupun perawatan intensif di rumah sakit. Selain itu, rekor harian Covid-19 tertinggi di DKI yang dicatat Kemenkes terjadi pada 21 November 2020 yaitu 1.579 kasus. 

Data statistik dari laman covid19.go.id, menyatakan bahwa DKI mulai mencatat ribuan kasus pada 30 Agustus 2020, yaitu sebanyak 1.094 kasus.

Melansir grafik covid19.go.id, rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama tujuh hari ke belakang sebagai berikut:

16 November: 1.006 kasus

17 November: 1.037 kasus

AYO BACA : Kasus Positif Covid-19 Kabupaten Bogor Tembus 3.400

18 November: 1.148 kasus

19 November: 1.185 kasus

20 November: 1.240 kasus

21 November: 1.579 kasus

22 November: 1.342 kasus

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo, mengungkap bahwa Lurah Petamburan, Setiyanto, yang dinyatakan positif Covid-19 menjadi titik awal pelacakan. Selain itu, Setiyanto juga hadir dalam acara Maulid dan pernikahan anak dari Habib Rizieq beberapa waktu lalu.

Pada Sabtu sore (21/11/2020), Doni melakukan rapat virtual dengan kepala dinas kesehatan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, serta Satgas dari wilayah tersebut. Dalam rapat itu, Doni mengatakan akan fokus pada 3T yaitu tracing, tracking, dan treatment atas sejumlah klaster kerumunan yang telah terjadi beberapa bulan ini.

Diantaranya klaster kerumunan Demo Omnibus Law RUU Cipta Kerja, pascaliburan panjang akhir Oktober, penjemputan Habib Rizieq di Bandara, kerumunan di Tebet, Megamendung, dan Petamburan.

AYO BACA : Doni Monardo Dapat Laporan Petugas Kesehatan Sulit Lakukan Pelacakan di 6 Klaster Kerumunan Besar

Dalam rapat koordinasi yang disampaikan oleh peserta rapat, menyebutkan bahwa baik kerumunan di Petamburan maupun di Megamendung, petugas kesehatan masih kesulitan untuk melakukan pelacakan. Petugas kesehatan dihalang-halangi ketika hendak masuk melakukan tracing dan tracking.

“Diharap, Satgas Covid-19 Pusat, tidak saja memberi tambahan fasilitas swab tetapi juga dukungan agar bisa masuk ke kluster kluster yang dicurigai berpotensi menjadi pusat penularan,” begitu laporan dari peserta rapat koordinasi kepada Doni, Sabtu (21/11/2020).

Menanggapi masalah tersebut, Doni menyadari ada kesulitan yang dihadapi oleh petugas kesehatan di lapangan. Dia menuturkan dibutuhkan kerelaan hati dari masyarakat untuk melakukan swab test, terutama masyarakat yang pernah mengikuti 6 klaster kerumunan tersebut.

“Tes swab di Puskesmas, tidak dipungut biaya,” tegasnya.

“Sampaikan bahwa kami akan melakukan test massal, dimulai dari keluarga inti yang positif. Ini bagian dari upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Karenanya perlu kerja sama yang baik dan harmonis. Semua harus dilakukan dengan pendekatan humanis,” lanjut Doni.

Kepada aparat Satgas Covid-19 daerah, Doni meminta untuk melanjutkan kerja kerasnya menemukan kasus positif dan segera dilakukan karantina di tempat yang telah ditentukan bagi OTG maupun yang sudah bergejala, supaya semua bisa selamat.

“Bagi yang positif, pemerintah menyediakan fasilitas isolasi mandiri. Jangan ragu untuk ikut test, dan jangan takut kalau positif,” tutur dia.

Doni meminta petugas melakukan pendekatan secara persuasif. Petugas diminta mengajak masyarakat mau bekerjasama atas nama nilai-nilai kemanusiaan.

“Mulailah dengan tracing dari Lurah Petamburan. Selanjutnya tes massal dari keluarga inti semua yang positif,” ujar Doni.

AYO BACA : Pasien Positif Covid-19 Kota Depok Bertambah 105

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar