Yamaha

Masuk Zona Merah, Pemkab Purwakarta Tutup Sementara Destinasi Wisata di Akhir Pekan

  Senin, 23 November 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi

PURWAKARTA KOTA, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kabupaten Purwakarta memutuskan menutup destinasi wisata pada akhir pekan.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta,Irfan Suryana mengatakan kebijakan ini diambil sebagai upaya meminimalisasi peningkatan kasus, mengingat status Purwakarta saat ini zona merah penyebaran virus corona.

"Sesuai hasil rapat gugus tugas untuk destinasi wisata kita tutup sementara pada Sabtu dan minggu, sementara pada hari biasa buka namun ada pembatasan jumlah kunjungan 50%," ujar dia, Senin (23/11/2020).

Ia menyebut jumlah kunjungan wisatawan pada akhir pekan cukup tinggi jika dibandingkan hari biasa, seiring berjalannya adaptasi kebiasaan baru (AKB).

AYO BACA : Dinilai Berkontribusi Pemasukan Pajak, Asosiasi Pariwisata Minta Anies Tak Lagi Berlakukan PSBB

Pihaknya selama ini memperketat protokol kesehatan di destinasi wisata, akan tetapi kasus masih saja naik.

"Penutupan pada akhir pekan setidaknya dapat meminimalisasi penyebaran virus," kata Irfan.

Kebijakan ini sudah diberlakukan pada Sabtu kemarin dan berkahir 29 November 2020 mendatang. Kebijakan ini juga sudah disosialisasikan kepada pengelola tempat wisata dan masyarakat untuk kemudian ditaati.

"Harapan kami masyarakat memahami dengan kondisi yang ada. Ini untuk kebaikan kita semua," ujar Irfan.

AYO BACA : Destinasi Wisata Bandung Timur Terapkan Prokes, Jalan-jalan Dijamin Aman!

Sementara, Operation Manager destinasi wisata Hidden Valley Hils Kabupaten Purwakarta, M.Candra Turmudzi mengaku telah menerima informasi mengenai kebijakan yang dikeluarkan Pemkab Purwakarta.

"Sudah, kami sudah menerima informasi itu," kata dia.

Ia mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan Pemkab Purwakarta diakui atau tidak berdampak pada pendapatan, apalagi Sabtu dan Minggu jumlah kunjungan wisatawan tinggi jika dibandingkan hari biasa.

Meski begitu, ia mengaku akan menaati kebijakan pemerintah sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona.

"Dampak pasti ada, tapi kami akan mengikuti kebijakan itu, pada akhir pekan kemarin ada wisatawan datang ke sini, tapi saya intruksikan untuk kembali pulang karena kebijakan sudah berjalan," ujar Candra. (Dede Nurhasanudin)

AYO BACA : Tari Kecak di Uluwatu Bali Kembali Memesona dengan Wajah Baru

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar