Yamaha

PENCAIRAN BLT GURU HONORER KEMENAG: Cair Akhir November atau Awal Desember, Insya Allah

  Senin, 23 November 2020   Eries Adlin
PENCAIRAN BLT GURU HONORER KEMENAG: Cair Akhir November atau Awal Desember, Insya Allah (ilustrasi)/republika/prayogi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pencairan BLT guru dan tenaga kependidikan honorer atau non-PNS kapan ya? Pertanyaan itu mendapatkan jawaban dari pejabat Kementerian Agama (Kemenag).

Pencairan bantuan langsung tunai (BLT), disebut dengan bantuan subsidi gaji atau upah, untuk para guru dan tenaga kependidikan (GTK) honorer atau non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kemenag kemungkinan akhir November atau awal Desember.

Informasi tentang pencairan BLT guru honorer di Kemenag tersebut disampaikan oleh Direktur GTK Madrasah, Kemenag, M. Zain.

““Terkait proses pencairan, kami masih menunggu proses revisi DIPA Ditjen Pendis. Semoga waktunya tidak lama lagi. Semoga BSG ini sudah bisa dicairkan pada akhir November, atau awal Desember 2020.”

Meski keterangan Zain itu terkait dengan pencairan BLT guru honorer di lingkungan Kemenag, agaknya hal serupa juga berlaku untuk para GTK di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Menurut Zain, BSG atau BLT merupakan wujud kehadiran negara untuk membantu para guru, khususnya tenaga honorer, di tengah pandemi Covid-19. “Tidak ada potongan apa pun. BSGini langsung ditransfer ke rekening penerima,” ujarnya seperti dilansir laman resmi Kemenag, www.kemenang.go.id, Senin 23 November 2020.

Total pencairan BLT guru honorer di lingkungan Kemenag akan mengucurk kepada 543.928 GTK non-PNS pada RA/Madrasah yang akan menerima sebesar Rp600ribu per bulan selama tiga bulan atau Rp1,8 juta. Selain itu, ada 93.480 guru Pendidikan Agama Islam non-PNS di Sekolah Umum yang juga akan menerima bantuan.

Menurut M Zain, setelah mendapat persetujuan dari Dirjen Anggaran Kemenkeu, saat ini tengah disiapkan Surat Keputusan terkait penetapan calon penerima bantuan. Tahapan selanjutnya adalah proses pencairan.

“Terkait proses pencairan, kami masih menunggu proses revisi DIPA Ditjen Pendis. Semoga waktunya tidak lama lagi.”

Persyaratan utama penerima bantuan adalah para GTK non-PNS madrasah yang terdaftar di Simpatika. Adapun untuk guru PAI pada sekolah umum, calon penerima adalah mereka yang sudah terdaftar di SIAGA.

“Untuk guru honorer calon penerima BSG yang kebetulan belum memiliki rekening aktif, akan dibantu dengan skema pembukaan rekening kolektif langsung dari bank penyalur,” tandasnya.

BLT GURU HONORER KEMENDIKBUD

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, menginformasikan bahwa bantuan langsung tunai (BLT) guru honorer senilai Rp1,8 juta mulai cari November 2020 ini melalui bank penyalur seperti BNI, BRI, BTN, dan Mandiri.

Namun, BLT atau bantuan subsidi updah atau gaji (BSU) guru honorer Kemendikbud ini dapat dibatalkan pembayarannya jika ditemukan hal ini dalam proses penyaluran ke pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) non-PNS honorer yakni:

a. Penghasilan PTK dalam satu bulan Rp5.000.000 (lima juta rupiah) atau lebih

b. Tidak memenuhi persyaratan sesuai ketentuan

Lalu, bagaimana jika PTK yang sudah terlanjur menerima dana BLT guru honorer dan ternyata tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan Kemendikbud?

Nadiem menjelaskan penerima bantuan atau ahli waris dari penerima bantuan harus melakukan pengembalian dana bantuan ke rekening kas negara dengan cara menghubungi Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik).

Nadiem menyebut pencairan dana BLT atau BSU guru honorer ini benar-benar harus tepat sasaran kepada calon penerima yang terdaftar terlebih dahulu di data pokok pendidikan (Dapodik) dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Selanjutnya, data tersebut diverifikasi dengan data di Kemendikbud dan data penerima BLT atau BSU pekerja formal dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) agar tidak tumpang tindih dengan bantuan sosial (Bansos) lainnya.

“Inilah yang kita maksudkan tepat sasaran, artinya yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat,” ujar Nadiem dalam kanal YouTube Kemdikbud RI.

Selain itu, calon penerima harus menandatangani surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) yang sebenar-benarnya. Nadiem menegaskan, PTK yang berpenghasilan Rp5 juta atau lebih tidak bisa mendapat bantuan,dan jika tidak jujur lalu bisa diambil tindakan hukum.

Adapun alur pencairan BLT atau BSU guru honorer Kemendikbud adalah sebagai berikut:

1. Kemendikbud membuatkan rekening baru untuk setiap pendidik dan tenaga kependidikan penerima BLT atau BSU guru honorer.

Bantuan diberikan secara bertahap sampai akhir November 2020. Sehingga guru, dosen, tenaga kependidikan honorer tidak usah khawatir dan terburu-buru tidak kebagian.

2. Pendidik dan tenaga kependdikan mengakses info GTK di situs info.gtk.kemdikbud.go.id untuk guru dan situs pddikti.kemdikbud.go.id untuk dosen.

Tujuan membuka situs untuk menemukan informasi terkait status pencairan bantuan, rekening bank masing-masing, dan lokasi cabang bank.

3. PTK menyiapkan dokumen persyaratan BSU

Selain SPTJM yang disebutkan di atas, syarat lainnya ialah berupa KTP, NPWP jika punya, Surat Keputusan penerima BLT atau BSU guru honorer yang dapat didownload dari info GTK atau PDDikti.

4. Kemudian pendidik dan tenaga kependidikan mendatangi bank penyalur untuk melakukan aktivasi rekening dan menerima BLT atau BSU guru honorer.

Saat datang ke bank, PTK jangan sampai lupa membawa dokumen yang dipersyaratkan. Lalu,tunjukkan berkas dokumen tersebut ke petugas bank penyalur untuk diperiksa. Para penerima diberi waktu untuk mengaktifkan rekening hingga tanggal 30 Juni 2021.   

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar