Yamaha

Atlet NPC Indonesia Menjalani Swab Test di Solo

  Rabu, 25 November 2020   Budi Cahyono
Atlet NPC Indonesia saat mengikuti swab test di KSPH, Kota Solo, Rabu (25/11/2020). (Ayojakarta.com/Budi Cahyono)

SOLO, AYOJAKARTA.COM – National Paralympic Committee (NPC) Indonesia atau Komite Paralimpiade Nasional Indonesia menggelar swab test bagi pengurus, atlet, pelatih, serta ofisial di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo, Rabu (25/11/2020) pagi.

Swab test ini rutin dilaksanakan NPC Indonesia sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan atlet yang mengikuti pemusatan latihan jangka panjang di Kota Solo.

Sedikitnya, 35 atlet proyeksi Paralimpic 2021 serta pelatih dan ofisial mengikuti prosedur swab test yang wajib dijalani semasa pandemi Covid-19. Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun pun terlihat mengikuti tahapan swab test.

AYO BACA : 49 Insan Olahraga Disabilitas Diberi Penghargaan dari Pemerintah

Wakil Sekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto mengemukakan, swab test ini secara konsisten dilaksanakan setiap bulan dan ini merupakan swab test kedua.

“Sebagai langkah pencegahan Covid-19 jika ada yang terpapar. Dalam swab ini kalau ada yang positif akan segera ketahuan dan tidak menyebar ke yang lain,” kata Rima di lokasi.

Dia menjelaskan, hasil swab test pertama diketahui hasilnya negatif. Dia berharap swab test kedua ini juga hasilnya negatif.

AYO BACA : New Normal, NPCI Jabar Tunggu Kepastian PON-Peparnas

“Selama ini para atlet NPC Indonesia yang kembali ke Kota Solo wajib menjalani berbagai protokol kesehatan yang ketat. Dimulai dari aturan atlet yang menjalani pelatnas tidak diperkenankan membaur dengan masyarakat umum,” tutur Rima.

Selama menjalani pemusatan latihan, penjagaan ketat juga terlihat di sekitar KSPH yang digunakan untuk penginapan atlet, pelatih, dan ofisial. Tempat penginapan atlet tersebut steril dari tamu, hingga venue antar cabang olahraga (cabor) yang wajib terpisah.

"Kalau ada atlet yang positif Covid-19 mereka wajib di kamar atau isolasi mandiri hingga pulih kembali," tuturnya.

"Karena kami berikan satu kamar satu atlet maupun pelatih. Kalau dulu satu kamar untuk dua orang," tambah pria yang juga manajer tim tenis meja NPC Indonesia tersebut.

Tak hanya itu, dari sarana transportasi juga diatur sedemikian rupa di mana masing-masing cabor disiapkan armada bus sendiri. Setiap masuk dan keluar tempat penginapan, setiap atlet dikontrol kesehatannya.

"Penanganan harus ekstra karena atlet terus berjuang mengejar poin Paralimpiade dan terhindar dari ancaman Covid-19. Setiap atlet, pelatih, maupun ofisial wajib memakai masker, hand sanitizer dan disinfektan di tempat latihan maupun penginapan,” pungkas Rima.

AYO BACA : ASEAN Para Games Filipina Batal, Begini Tanggapan Kemenpora

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar