Yamaha

Jumlah Testing Naik, Covid-19 Indonesia Catat Rekor Tertinggi Baru Dengan Tambahan 5.534 Kasus

  Rabu, 25 November 2020   Icheiko Ramadhanty
Jumlah Testing Naik, Covid-19 Indonesia Catat Rekor Tertinggi Baru Dengan Tambahan 5.534 Kasus/ilustrasi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM –Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 5.534 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia selama 24 jam terakhir sampai dengan pukul 12.00 hari ini, Rabu 25 November 2020. Sementara itu, jumlah angka suspek mencapai 65.438 orang dan jumlah sampel tes sebanyak 45.330. 

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 511.836 kasus. Angka itu termasuk 65.804 kasus aktif dengan penambahan 926 kasus, 429.807 total kasus sembuh dengan penambahan 4.494 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 16.225 kasus meninggal dunia dengan penambahan 114 kasus meninggal.

Kasus hari ini merupakan yang tertinggi sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020. Rekor kasus tertinggi di Indonesia sebelumnya terjadi pada 13 November yaitu sebanyak 5.444 kasus.

Berikut ini Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:

20 November: 4.792 kasus

21 November: 4.998 kasus

22 November: 4.360 kasus

23 November: 4.442 kasus

24 November: 4.192 kasus

25 November: 5.534 kasus

VAKSINASI

Sementara itu, Kementerian Kesehatan telah menentukan kriteria kelompok masyarakat yang diprioritaskan dalam proses vaksinasi Covid-19. Pemerintah akan memastikan jika setiap tahapannya berjalan aman dan lancar.

Kriteria yang diprioritaskan adalah tenaga kesehatan baik itu dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya. Lalu personel TNI dan Polri juga masuk kriteria yang diprioritaskan untuk diberikan vaksin Covid-19.

Namun, ada yang cukup mengejutkan publik terkait pemberian vaksinasi tersebut. Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan siap menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19.

Hal itu dikatakannya dalam kunjungan ke Puskesmas Tanah Sareal Bogor Jawa Barat pada Rabu (17/11) pagi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan siap disuntik vaksin Covid-19 paling awal.

“Kalau ada yang bertanya presiden nanti di depan atau di belakang (pemberian vaksin)? Kalau oleh tim diminta, saya yang paling depan, saya siap,” ujarnya dalam pidatonya tersebut.

Sebagai informasi, pengembangan Vaksin Sinovac yang dilakukan di center Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) telah memasuki fase III. Selain itu, uji klinik pada penyuntikan seluruh relawan juga telah selesai.

Pendampingan akan terus dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sejak pengembangan protokol uji klinik dan inspeksi pelaksanaan uji klinik. Sedangkan untuk memastikan mutu vaksin Covid-19 dilakukan inspeksi kesiapan fasilitas produksi, baik di China maupun di Bio Farma.

Uji klinik merupakan tahapan penting guna mendapatkan data efektivitas dan keamanan yang valid untuk mendukung proses registrasi vaksin Covid-19. Sejauh ini tidak ditemukan adanya reaksi yang berlebihan atau Serious Adverse Event yang ditemukan selama menjalankan uji klinik fase III di Unpad.

“Perkembangan vaksin Covid-19 sudah masuk uji fase III, tinggal menunggu laporan dari Brazil, China, Turki, dan Indonesia. Setelah laporan selesai barulah keluar izin edarnya,” kata Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Hindra Irawan Satiri, dalam keterangan resmi yang diterima Ayojakarta, Jumat (20/11/2020).

Hindra menjelaskan bahwa KIPI bertugas untuk mendeteksi dan mengkaji vaksin tersebut, apakah terkait imunisasi atau tidak. Ilmu tersebut bernama Farmakovigilans. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keamanan dan meyakinkan masyarakat, sehingga memberikan pelayanan yang aman bagi pasien dan memberikan informasi terpercaya.

Lebih lanjut lagi, Hindra menerangkan bahwa semua fase-fase uji klinik vaksin memiliki syarat yang harus dilakukan. Semua syarat harus terpenuhi baru boleh melanjutkan ke fase berikutnya.

Namun dalam keadaan khusus seperti pandemi Covid-19, kata dia, proses bisa dipercepat tanpa menghilangkan syarat-syarat yang diperlukan. Semua proses ini pun didukung oleh pembiayaan dan sumber daya yang dibutuhkan, sehingga proses-proses yang lebih panjang dalam penemuan vaksin bisa dipersingkat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar