Yamaha

Bio Farma Harap Februari 2021 Bisa Suntik Massal Vaksin Covid-19

  Rabu, 25 November 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi. Relawan vaksinasi anti covid-19 / Republika

TEBET, AYOJAKARTA.COM – PT Bio Farma merencanakan vaksinasi anti Covid-19 dapat segera diberikan kepada masyarakat setelah mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Adapun PT Bio Farma mengharapkan vaksinasi Covid-19 dapat diberikan pada awal Februari 2021. Sedangkan, EUA dari BPOM dapat dikantongi pada minggu ketiga Januari 2021. Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, saat ini pihaknya masih harus melengkapi data yang dibutuhkan untuk EUA.

AYO BACA : Kasus Aktif Covid-19 di DKI 8.814 (Update 25 November 2020)

“Laporan lengkap uji klinis fase 1 dan 2, dan data interim uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 CoronaVac milik Sinovac Biotech yang dilakukan di Bandung,” ujar Honesti dalam telekonferensinya, Rabu (25/11/2020).

Dia membeberkan, kini Bio Farma masih melakukan progres uji klinis sebanyak 1.620 relawan untuk uji klinis tahap 3. Honesti menuturkan sejauh ini semua relawan belum menunjukkan adanya indikasi atau kejadian serius.

AYO BACA : Jumlah Testing Naik, Covid-19 Indonesia Catat Rekor Tertinggi Baru Dengan Tambahan 5.534 Kasus

Rencananya, pada minggu pertama Januari 2021, kata Honesti, pihaknya akan memberikan interim report untuk mendapatkan EUA dari BPOM. “Kita targetkan awal Februari bisa diberikan vaksin massal,” katanya.

Setelah nantinya EUA sudah diberikan BPOM, Bio Farma akan melakukan proses produksi dengan bahan baku bulk yang didapatkan dari Tiongkok. Honesti menuturkan saat ini perusahaan yang dipimpinnya itu sedang mempersiapkan fasilitas produksi agar bisa langsung berjalan setelah mendapatkan EUA.

Menurut Kepala BPOM, Penny Lukito, syarat pemberian EUA adalah vaksin tersebut harus sudah memiliki data uji klinik fase 1 dan 2 secara lengkap. Selain itu, dia membeberkan, EUA akan dikeluarkan jika vaksin mempunyai data analisis interim atau tiga bulan uji klinik fase 3 yang menunjukkan khasiat dan keamanan.

“Kami belum bisa mendapatkan hasil uji klinis dari Brazil. Mereka sudah lebih dulu melakukan uji klinis Sinovac. Diharapkan datanya sudah ada, tetapi mereka butuh waktu lebih lama untuk keamanan, imunogenitas, dan efikasi,” jelas Penny.

AYO BACA : Sebaran Covid-19 Masih Tinggi, Bima Arya Minta Siapkan Rumah Sakit Darurat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar