Yamaha

Tukang Pijit Itu Namanya Edhy Prabowo, Kini Jadi Menteri dengan Kekayaan Rp7,4 Miliar

  Rabu, 25 November 2020   Fitria Rahmawati
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subiyanto (kiri) saat bersama Edhy Prabowo/ tangkap layar video instagram @edhy.prabowo

KESETIAAN Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto tak diragukan lagi. Banyak kolega dekat Edhy menceritakan bagaimana setianya Edhy kepada Prabowo saat Prabowo tingal di Jordania. Dhani Wirianata, salah satu ajudan Prabowo menceritakan, Edhy dulunya merupakan pengabdi yang tangguh. Ia bekerja untuk Prabowo mulai dari menyiapkan makanan, mencuci baju, hingga memberikan pijitan kepada Prabowo.

"Setelah beberapa waktu barulah ia di dampingi oleh Saudara Edhy Prabowo, saya biasa memanggilnya Bang Edhy. Bang Edhy ikut mendampingi bapak selama hidup di Jordania, dari mulai cuci baju, menyiapkan makan sampai menjadi tukang pijit bapak ia lakukan," tulis @dhaniwiranata, Minggu (20/10/2019).

Meski menjadi tukang pijit dan mencucikan baju Prabowo, menurut Dhani, Edhy tak malu mengakuinya. Itu justru menjadi suatu kisah perjalanan Edhy yang mengantarkannya menjadi seorang menteri di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bahkan tukang pijit itu dikenal dermawan, menyekolahkan anak putus sekolah, hingga di perguruan tinggi.

Perjalanan karis Edhy juga tak mulus. Ia sempat diragukan oleh berbagai pihak mengenai kompetensinya menjadi seorang pemimpin dari Partai Gerindra di gedung parlemen. Tak sedikit yang meremehkan, namun hal itu tak digubris Edhy.

"Saat ini Bang Edhy bertugas sebagai Ketua Fraksi DPR RI Fraksi Gerindra, banyak juga yang menentang posisinya kala itu 'Siapa Edhy Prabowo? Dia hanya tukang pijitnya pak Prabowo'. Mendengar cerita itu justru ia bangga dan gagah mengatakan “Iya saya memang tukang pijitnya Pak Prabowo," terang @dhaniwinata.

AYO BACA : Menjilat Ludah Sendiri, Ini Pesan Edhy Prabowo untuk Memberantas Korupsi

Waktu berlalu, Edhi berhasil menggantikan posisi Susi Pudjiastuti dalam periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) di KKP. Pencapaian yang luar biasa bagi Gerindra. Hingga harta kekayaan Edhy menjadi sorotan pascapenangkapan yang menimpanya. Edhy dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat tiba di Indonesia usai melawat dinas di Amerika Serikat.

Dermawan yang kaya raya itu ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu (15/11/2020) dini hari. Penangkapan senyap itu berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta. Lantas, berapa kekayaan Edhy?

Harta kekayaan Edhy Prabowo mencapai Rp 7,4 miliar, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru dari situs resminya elhkpn.kpk.go.id. Ini mengalami kenaikan sekitar Rp 3 miliar dari tahun sebelumnya.

Tahun 2019, Edhy Prabowo memiliki kekayaan senilai Rp 4.562.804.877 atau Rp 4,5 miliar. Kemudian pada LHKPN terbaru tahun 2020 ini, total harta kekayaan Edhy Prabowo Rp 7.422.286.613 atau Rp 7,4 miliar.

Kekayaan itu terdiri dari sejumlah tanah dan bangunan yang totalnya mencapai Rp 4,3 miliar. Terdapat 7 tanah dan bangunan di Muara Enim serta 3 yang lainnya di Bandung.

AYO BACA : Mengenang Statemen Ketum Gerindra Prabowo Subianto soal Anggotanya Jika Korupsi: Saya yang Akan Masukin ke Penjara Sendiri!

Selain itu, Edhy Prabowo juga memiliki 2 motor (RX-KING dan Honda Beat), 2 mobil (MITSUBISHI PAJERO), BMC sepeda (Rp 65 juta) dan Genset Honda (Rp 45 juta). Edhy memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 1.926.530.000 serta kas dan setara kas Rp 256.520.433.

Berbeda dari tahun sebelumnya, 2019 Edhy tercatat memiliki hutang sebesar Rp 165.333.500. Namun tahun dalam laporan tahun 2020 ini, kolom hutang Edhy Prabowo tidak terisi alias kosong.

Akankah Edhy dipenjarakan langsung oleh Prabowo?

Pertanyaan itu pasti terlintas dalam benak publik. Pasalnya, Prabowo sempat sesumbar akan memenjarakan langsung kadernya yang terbukti melakukan korupsi. Begini kata Prabowo, yang kini juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI.

"Saya jamin Partai Gerindra akan melawan korupsi sampai ke akar-akarnya. Kalau ada anggota Gerindra yang korupsi. Saya yang akan masukin ke penjara sendiri," kata Prabowo dalam video tersebut. Video itu merupakan momen ketika perhelatan Debat Capres-Cawapres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta pada kamis (17/1/2019).

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengkonfirmasi penangkapan Edy terkait ekspor benih lobster. "Terkait ekspor benur. Tadi pagi jam 01.23 WIB di Soekarno-Hatta. Ada beberapa dari KKP dan keluarga yang bersangkutan," ujar Nurul, Rabu (25/11/2020).

AYO BACA : Penyidik Senior KPK Novel Baswedan Turun Tangan Tangkap Edhy Prabowo

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar