Yamaha

Kegiatan Keagamaan di Jakarta Timbulkan Klaster Penularan Covid-19 hingga 25

  Rabu, 25 November 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi wabah corona/ shutterstock

RAWASARI, AYOJAKARTA.COM - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengemukakan, ada 25 klaster risiko penularan virus covid-19 dari kegiatan keagamaan di DKI Jakarta. Mereka berada pada kegiatan agama, rumah ibadah, asrama, dan pesantren di Jakarta.

AYO BACA : Kata Wagub DKI Jakarta soal Penangkapan Menteri Edhy Prabowo

Ia merinci, ada 4 klaster gereja dengan 41 kasus, 6 klaster masjid dengan 126 kasus, 7 klaster takziah atau tahlilan dengan 69 kasus, 4 klaster asrama pendeta dengan 155 kasus, dan 4 klaster pesantren dengan 359 kasus. Lonjakan kasus paling banyak berada di pondok pesantren.

AYO BACA : Hanya 197 Kampanye yang Dibubarkan, dari 1.820 Kampanye Melanggar di Pilkada 2020

"Ini gambaran kumulatif yang sudah kita kumpulkan dari data Dinas Kesehatan DKI dari Mei sampai 22 November 2020," kata Dewi dalam diskusi dari Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

"Ini terjadi di pesantren, jadi ada satu pesantren yang penularannya tinggi sekali di Bulan Oktober," ujarnya.

Dewi meminta seluruh kegiatan keagamaan untuk disiplin protokol kesehatan agar klaster tidak terjadi lagi dan sebisa mungkin mengurangi kegiatan keagamaan yang berpotensi kerumunan.

"Kalau bisa online, online saja," pungkas Dewi.

AYO BACA : Program Bansos untuk Warga Terdampak Wabah Covid-19 DKI Jakarta Dilanjutkan 2021

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar