Yamaha

Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Rekor Lagi! Kali Ini Ada 5.828 Kasus Baru (Update 27 November 2020)

  Jumat, 27 November 2020   Icheiko Ramadhanty
Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Rekor Lagi! Kali Ini Ada 5.828 Kasus Baru (Update 27 November 2020)/ayobandung/kavin faza

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Hari ini, Jumat (27/11/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 5.828 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia, dengan jumlah angka suspek mencapai 67.836 orang dan jumlah sampel tes sebanyak 48.823

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 522.581 kasus. Angka itu termasuk 68.604 kasus aktif dengan penambahan 1.852 kasus, 437.456 total kasus sembuh dengan penambahan 3.807 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 16.521 kasus meninggal dunia dengan penambahan 169 kasus meninggal.

Kasus hari ini merupakan yang tertinggi sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020. Rekor kasus tertinggi di Indonesia, sebelumnya terjadi pada 25 November yaitu sebanyak 5.534 kasus.

Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:

22 November: 4.360 kasus

23 November: 4.442 kasus

24 November: 4.192 kasus

25 November: 5.534 kasus

26 November: 4.917 kasus

27 November: 5.828 kasus

VAKSIN

Sementara itu, PT  Bio Farma merencanakan vaksinasi Covid-19 dapat segera diberikan kepada masyarakat setelah mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Adapun PT Bio Farma mengharapkan vaksinasi Covid-19 dapat diberikan pada awal Februari 2021,s sedangkan EUA dari BPOM dapat dikantongi pada minggu ketiga Januari 2021. Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan saat ini pihaknya masih harus melengkapi data yang dibutuhkan untuk EUA.

“Laporan lengkap uji klinis fase 1 dan 2, dan data interim uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 CoronaVac milik Sinovac Biotech yang dilakukan di Bandung,” ujar Honesti dalam telekonferensinya, Rabu (25/11/2020).

Dia membeberkan kini Bio Farma masih melakukan progres uji klinis sebanyak 1.620 relawan untuk uji klinis tahap 3. Honesti menuturkan sejauh ini semua relawan belum menunjukkan adanya indikasi atau kejadian serius.

Rencananya, pada minggu pertama Januari 2021, kata Honesti, pihaknya akan memberikan interim report untuk mendapatkan EUA dari BPOM. “Kita targetkan awal Februari bisa diberikan vaksin massal,” katanya.

Setelah nantinya EUA sudah diberikan BPOM, Bio Farma akan melakukan proses produksi dengan bahan baku bulk yang didapatkan dari Tiongkok. Honesti menuturkan saat ini perusahaan yang dipimpinnya itu sedang mempersiapkan fasilitas produksi agar bisa langsung berjalan setelah mendapatkan EUA.

Menurut Kepala BPOM, Penny Lukito, syarat pemberian EUA adalah vaksin tersebut harus sudah memiliki data uji klinik fase 1 dan 2 secara lengkap. Selain itu, dia membeberkan, EUA akan dikeluarkan jika vaksin mempunyai data analisis interim atau tiga bulan uji klinik fase 3 yang menunjukkan khasiat dan keamanan.

“Kami belum bisa mendapatkan hasil uji klinis dari Brazil. Mereka sudah lebih dulu melakukan uji klinis Sinovac. Diharapkan datanya sudah ada, tetapi mereka butuh waktu lebih lama untuk keamanan, imunogenitas, dan efikasi,” jelas Penny.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar