Yamaha

Kasus Baru Covid-19 di DKI Jakarta Hampir Catat Rekor Lagi! Ini Jumlah Penambahannya!

  Jumat, 27 November 2020   Icheiko Ramadhanty
Kasus Baru Covid-19 di DKI Jakarta Hampir Catat Rekor Lagi! Ini Jumlah Penambahannya!/ilustrasi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Berdasarkan data pada hari ini, Jumat (27/11/2020) pukul 12.00 WIB, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan harian Covid-19 sebanyak 1.436 kasus di DKI Jakarta. Angka ini naik dibandingkan dengan Kamis lalu yakni sebanyak 1.064 kasus.

Dari penambahan hari ini, menjadikan total positif Covid-19 di DKI secara kumulatif mencapai 132.961 kasus. Angka tersebut termasuk kumulatif kasus sembuh sebanyak 121.010 kasus serta 2.607 kasus meninggal dunia.

Sehingga, kasus aktif di DKI Jakarta saat ini tercatat sebanyak 9.344 kasus. Dari penambahan kasus positif hari ini, ada kenaikan kasus aktif dibanding Kamis lalu yakni sebanyak 8.739 kasus.

Menurut catatan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kasus aktif tersebut merupakan kasus yang masih menjalani perawatan. Perawatan tersebut meliputi isolasi mandiri maupun perawatan intensif di rumah sakit.

Selain itu, rekor harian Covid-19 tertinggi di DKI yang dicatat Kemenkes terjadi pada 21 November 2020 yaitu 1.579 kasus. Data statistik dari laman covid19.go.id, menyatakan bahwa DKI mulai mencatat ribuan kasus pada 30 Agustus 2020, yaitu sebanyak 1.094 kasus.

Dari grafik covid19.go.id, rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama tujuh hari ke belakang sebagai berikut:

21 November: 1.579 kasus

22 November: 1.342 kasus

23 November: 1.009 kasus

24 November: 1.015 kasus

25 November: 1.273 kasus

26 November: 1.064 kasus

27 November: 1.436 kasus

Pemprov DKI Jakarta memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif selama 14 hari, terhitung tanggal 23 November sampai dengan 6 Desember 2020 sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19.

Perpanjangan PSBB Masa Transisi ini berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1100 Tahun 2020 yang menegaskan apabila tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan, PSBB Masa Transisi akan diperpanjang secara otomatis selama dua pekan.

Dalam siaran pers Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumen (PPID), Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kebijakan rem darurat atau emergency brake policy apabila terjadi kenaikan kasus secara signifikan atau tingkat penularan yang mengkhawatirkan sehingga membahayakan pelayanan sistem kesehatan.

Berdasarkan data-data epidemiologis selama penerapan PSBB Masa Transisi dua pekan terakhir, ungkap Anies, kondisi wabah Covid-19 DKI Jakarta masih terkendali dan menuju aman. Akan tetapi, kita harus semakin waspada dan semakin disiplin dalam protokol kesehatan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar