Yamaha

Masa Pandemi, Permintaan Briket Arang Naik 15%

  Minggu, 29 November 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Permintaan briket arang meningkat 15% pada masa pandemi. (dok)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Briket arang kelapa Indonesia memiliki potensi ekspor yang besar. Salah satu faktornya adalah kualitas briket kelapa Indonesia dinilai bagus oleh pasar internasional.

Hal tersebut disampaikan Ketua Himpunan Pengusaha Briket Arang Kelapa Indonesia (HIPBAKI), Basuki. Menurutnya, meski masih dalam pandemi, permintaan akan briket arang kelapa mengalami kenaikan kurang lebih 15%.

AYO BACA : Ini Perusahaan Efek Daerah Pertama di Indonesia yang Didirikan bank bjb

"HIPBAKI memiliki kapasitas produksi briket arang kirang lebih 30 ribu ton perbulan atau 400 kontainer. Dengan total devisa yang dihasilkan Rp6,8 Triliun pertahun," ujarnya saat kegiatan HIPBAKI di Semarang, Sabtu (28/11/2020).

Saat ini, HIPBAKI memiliki 17 anggota di mana setiap anggota memiliki kapasitas produksi kirang lebih 7.500 ton per bulan atau setara 400 kontainer. Adapun penyerapan tenaga kerja diperkirakan kurang lebih hingha 4000 orang dari berbagai latar belakang pendidikan. Bahkan tidak tamat sekolah pun bisa ikit bekerja sesuai peruntukannya.

AYO BACA : KAI Salurkan Bantuan Rp 250 Juta Untuk Masjid Istiqlal Jakarta

"Untuk 17 anggota, banyak anggota ada di Jawa Tengah. Adapun lainya dari Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan lainnya," imbuhnya.

Seiring dengan perkembangan HIPBAKI diharapkan dapat mengajak sekitar 150 perusahaan briket arang kelapa di Indonesia dengan skala kecil, menengah, dan besar untuk bergabung menjadi anghota HIPBAKI.

"Sehingga bisa berjuang bersama demi kepentingan yang lebih besar terutama dalam menjaga keberlangsungan dan iklim usaha briket arang kelapa yang sehat dan berdaya," katanya. (Vedyana)

AYO BACA : Realisasi PEN Baru 58,7 Persen Jelang Akhir Tahun, Paling Tinggi Perlinsos Capai 82 Persen

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar