Yamaha

Kasus OTT Wali Kota Cimahi, Begini Respons Ridwan Kamil

  Minggu, 29 November 2020   Budi Cahyono
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat bicara soal penangkapan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna oleh KPK. Emil, sapaan Ridwan Kamil mengaku sangat prihatin atas kejadian tersebut.

"Saya sangat prihatin, saya kenal baik dengan Pak Ajay, sering berinteraksi. Saya tidak menduga ada hal-hal yang melanggar aturan yang akhirnya menjadi sebuah perkara," ungkapnya selepas menghadiri acara di Hotel Ahadiat, Kota Bandung, Sabtu (28/11/2020).

Ia pun meminta Ajay untuk dapat menjalani proses hukum dengan juur dan sesuai prosedur. Emil mendoakan agar Ajay dapat melewati permasalahan tersebut dengan baik.

"Saya sampaikan Pak Ajay, ikuti proses  hukumnya dengan sebaik-baiknya, sampaikan sejujur-jujurnya, apa adanya. Saya doakan agar segera bisa melewati ini dengan baik," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan para kepala daerah lainnya di Jabar agar dapat menjadikan penangkapan atas dugaan kasus korupsi tersebut sebagai momen pembelajaran. Pasalnya, bukan kali pertama kepala daerah di Jabar tersandung masalah serupa.

"Kedua, kepala daerah lain harusnya belajar ya. Sudah berkali-kali kejadian. Mohon untuk selalu menjaga integritas,  karena beberapa daerah di Jabar sudah berkali-kali, kota/kabupaten yang sama termasuk Cimahi," ungkapnya.

Salah satunya adalah Bupati Subang yang disebut Emil telah "hattrick", tiga kali berturut-turut terjerat kasus korupsi. Ia berharap hal serupa tidak terulang agar kepala daerah dapat fokus memimpin dan mengabdi.

"Bupati Subang diingatkan geus hattrick , ini sudah berkali-kali tiap ketemu diingatkan.  Silakan media pun lakukan kontrol masyarakat dengan maksimal," tegas Emil.

AYO BACA : Terjaring OTT KPK, Wali Kota Cimahi Korupsi Izin Pengembangan RS Bunda Cimahi

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (27/11/2020) pagi.

AYO BACA : Di Mana Prabowo Subianto Usai Kadernya Tertangkap KPK?

KPK turut mengamankan barang bukti uang Rp400 juta dari Rp3,2 miliar yang dijanjikan dalam kesepakatan. Hal itu disebutkan sumber internal KPK kepada Suara.com - jaringan Ayojakarta.

"Barang bukti sekitar Rp 400 juta dari kesepakatan sekitar Rp 3,2 miliar," kata sumber internal tersebut.(Nur Khansa)

AYO BACA : Menjilat Ludah Sendiri, Ini Pesan Edhy Prabowo untuk Memberantas Korupsi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar