Yamaha

Akomodasi Kebutuhan Libur Nataru 2020, Angkasa Pura II Siapkan 3 Hal Ini

  Minggu, 29 November 2020   Aini Tartinia
Ilustrasi aktivitas di bandara Soetta, Tangerang, Banten selama di tengah pandemi Covid-19/dok: angkasapura2.co.id

TEBET, AYOJAKARTA.COM – PT Angkasa Pura II (Persero) memastikan, 19  bandara yang dikelolanya siap melayani arus penumpang mudik Natal 2020 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) dengan tiga persiapan, yaitu penambahan slot penerbangan, extra flight, dan perpanjangan jam operasional bandara.

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, tiga persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan penerbangan berjalan lancar di seluruh bandara perseroan. 

Selain itu, guna mengakomodasi apabila ada kebutuhan tambahan penerbangan pada periode angkutan Nataru.

AYO BACA : Berpotensi Menaikkan Angka Covid-19, Jokowi Minta Libur Panjang Akhir Tahun Diperpendek

“Kami berkoordinasi erat dengan maskapai dalam mengantisipasi kelancaran angkutan Nataru. PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara memastikan tiga hal bagi maskapai untuk mengantisipasi apabila ada kebutuhan tambahan saat angkutan Nataru,” ujar Awaluddin dalam keterangan tertulis, Minggu (29/11/2020).

Untuk perpanjangan jam operasional bandara, dilakukan agar waktu penerbangan tidak terkonsentrasi di jam-jam tertentu, agar protokol kesehatan seperti menjaga jarak tetap terjaga. 

Pemantauan lalu lintas penerbangan dan kesiapsiagaan di sejumlah bandara di bawah Angkasa Pura II dilakukan mulai 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

AYO BACA : Angkasa Pura II Prediksi Arus Keberangkatan Jelang Libur Panjang Naik 9% Hari Ini

Sejalan dengan hal ini, Posko Nataru juga diaktifkan di 19 bandara guna meningkatkan (Coordination, Communication, Collaboration) di antara para stakeholder bandara antara lain AP II selaku operator bandara, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes), maskapai, TNI/Polri, yang juga berada di dalam koordinasi Satgas Udara Percepatan Penanganan Covid-19.

Selain itu, lanjutnya, Angkasa Pura ll juga fokus memastikan kesiapan dan kesigapan sumber daya manusia (people), prosedur dan protokol di bandara (process), dan fasilitas utama serta pendukung (facilities).

Kesiapan aspek facilities dilakukan dengan memastikan infrastruktur utama seperti runway, apron, taxiway, rambu-rambu di sisi udara, dan lainnya dapat mendukung penerbangan secara maksimal.

\"Infrastruktur pendukung juga dipastikan siap. Seperti jaringan data dan berbagai fasilitas lain di terminal penumpang pesawat,\" pungkasnya.

Diketahui, 19 bandara di seluruh Indonesia yang dikelola Angkasa Pura II, yakni Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), Kertajati (Majalengka), Kualanamu (Deli Serdang), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Sultan Iskandar Muda (Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), dan Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

Kemudian, Bandara Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkalpinang), Silangit, Banyuwangi, Tjilik Riwut (Palangkaraya), Radin Inten II (Lampung), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), dan HAS Hanandjoeddin (Belitung).

AYO BACA : Rekor Naik Capai 6.000-an! Ada Tambahan 6.267 Kasus Baru Harian Covid-19 di Indonesia (Update 29 November 2020)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar