Yamaha

Sembuh Covid-19 Apakah Bisa Terjangkit Lagi? Simak Faktanya!

  Selasa, 01 Desember 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi penyintas Covid-19/ shutterstock

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Tidak semua efek penyakit atau virus terjadi dalam jangka pendek. Khusus untuk sars-Cov-2 atau Covid-19, seluruh peneliti dunia masih belum mengetahui seberapa bahaya penyakit Covid-19 tersebut.

Banyak masyarakat Indonesia yang merasa sudah kebal terhadap virus jika mereka sudah pernah terjangkit Covid-19, padahal hal tersebut masih dalam tahapan penelitian. Hal ini menjadi faktor banyaknya masyarakat yang ragu untuk menjalani vaksinasi ketika vaksin Covid-19 nantinya sudah ditemukan.

Pakar Imunisasi, Jane Soepardi menegaskan, masyarakat semeskinya tidak meremehkan mereka yang kebal terhadap Covid-19 jika sudah pernah tertular.

“Covid-19 ini kita tidak tahu, ke depannya ini nanti bisa menjadi apa? Jangan merasa bangga sudah kena Covid-19, lalu sembuh. Belum tentu,” kata dia dalam penjelasannya melalui YouTube FMB9ID_IKP, Selasa (1/12/2020).

Saat ini, kata Jane, pakar kesehatan dunia terus memantau orang-orang yang pernah terkena Covid-19. “Tahun depan menjadi apa? Dua tahun lagi masih sehatkah? Tiga tahun lagi masih sehatkah? Bahkan sampai dua puluh tahun lagi? Ini semua masih diteliti,” jelasnya.

AYO BACA : IDI Pusat Mita Libur Bersama Akhir Tahun Ditiadakan

Sebelumnya, pemerintah menegaskan bahwa vaksin Covid-19 nantinya adalah produk kesehatan yang keamanan dan efektifitasnya sudah terjamin 100%. Hal ini perlu diyakini karena semakin maraknya hoaks dan disinformasi mengenai vaksin Covid-19.

Lantas, bagaimana cara kerja vaksin dalam tubuh manusia? Menurut Dokter Penyakit Dalam, Dirga Sakti Rambe, vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh kita, akan langsung dikenali oleh tubuh. Setelah itu, tubuh akan melawan dengan membentuk antibodi.

“Antibodi ini fungsinya sebagai kekebalan. Kemudian tubuh akan mengingat atau memiliki kemampuan memori agar bila di masa mendatang kita terpapar oleh virus yang alamiah, maka tubuh sudah punya kekebalannya,” jelas Dirga dalam diskusinya di YouTube FMB9ID_IKP, Senin (23/11/2020).

Namun, kata dia, tidak semua vaksin mengandung virus yang dilemahkan. Kebanyakan vaksin mengandung komponen.

“Jadi kalau virus ibaratnya ada tangan dan kaki, jadi vaksin hanya mengandung komponen virus sehingga saat vaksin tersebut diberikan kepada tubuh kita, maka vaksin tersebut tidak bisa menimbulkan penyakit,” ujar dia.

AYO BACA : HARI AIDS SEDUNIA: Pemerintah Klaim Kasus HIV Indonesia Turun 40 Persen

Selain memberikan informasi mengenai vaksin dan cara kerjanya, Dirga juga mengungkap kebenaran terkait banyaknya disinformasi vaksin Covid-19. Salah satu yang dibeberkan adalah mengenai disinformasi vaksin yang mengandung racun.

Dirga menegaskan, sebelum suatu vaksin  dapat digunakan luas oleh masyarakat, vaksin itu sudah harus mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Untuk mendapat persetujuan itu, harus melalui tahapan yang sangat panjang melalui penelitian dan uji klinis untuk memastikan keamanan dan efektifitasnya.

“Oleh karena itu jika ada vaksin yang sudah mendapat izin untuk digunakan itu sudah dipastikan aman dan efektif,” jelasnya.

Lalu, bagaimana dengan perkembangan penelitian vaksin di dunia saat ini? apakah sudah mendapatkan lampu hijau dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)?

Dirga menuturkan bahwa pihaknya memang mendengar dan mendapat laporan terkait beberapa kandidat vaksin Covid-19, yang menunjukkan efektifitas yang cukup baik. Namun, dia menegaskan, laporan tersebut sifatnya hanya sementara.

“Sampai saat ini belum ada vaksin Covid-19 yang mendapatkan full approval. Kita mengharapkan dalam waktu dekat akan ada,” harapnya.

AYO BACA : Sepekan Terakhir, Positivity Rate Kasus Covid-19 DKI Jakarta 8,7%

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar