Yamaha

Polisi Periksa 13 Orang Terkait Dugaan Pelanggaran RS Ummi

  Selasa, 01 Desember 2020   Husnul Khatimah
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser (Ayojakarta/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Polresta Bogor Kota memeriksa sebanyak 13 saksi terkait dugaan pelanggaran RS Ummi dengan kasus menghalangi Satgas Covid-19 Kota Bogor dalam penanganan penyebaran penyakit menular.

"Sampai dengan saat ini kita sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 13 orang, 4 dari satgas covid Kota Bogor, 2 dari Mer-C kemudian 7 dari RS Ummi," ujar Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser, Selasa (1/12/2020).

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Februari Mulai Penyuntikkan, Simak Cara Vaksinasi Khusus Jalur Mandiri

Dia mengatakan 2 orang dari RS Ummi merupakan perawat yang merawat Habib Rizieq. Kemudian 5 dari pihak manajemen baik Direktur Umum, Utama, Pemasaran, Pelayanan, Pemasaran dan dokter jaga pada saat itu.

"Sampai saat ini kita setelah melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang dan hari ini dilanjutkan periksa 6 orang lagi saksi yaitu dari ketua pelaksana satgas covid, kadinkes, kepala BPBD, security dan ahli dari akademi," kata Hendri.

AYO BACA : Kenapa Dirut RS Ummi Dilaporkan? Ini Penjelasannya Menurut Undang-Undang Kesehatan dan Wabah Penyakit

Dia mengatakan saksi diperiksa untuk menggali dugaan menghambat Satgas Covid Kota Bogor dalam penanganan penyakit menular.

Hendri menegaskan dari pemeriksaan kemarin semua ditanyakan mulai dari SOP, bagaimana kerja sama antara RS Ummi ini dengan Satgas COVID-19 dan Wali Kota Bogor.

"Semua ditanyakan mulai SOP, kerjasama antra RS Ummi dengan satgas, wali kota apakah benar mereka RS rujukan untuk penanganan Covid-19 bagaimana SOP-nya, sistem pelaporannya sebagai RS yang ditunjuk penanganan Covid-19," katanya.

AYO BACA : Pemkot Bogor Tak Jadi Cabut Laporan RS Ummi, Plin-Plan?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar