Yamaha

Bogor Berkebun Bantu Bangkitkan Perekonomian Warga

  Jumat, 04 Desember 2020   Husnul Khatimah
Wali Kota Bogor, Bima Arya melaunching Gerakan Bogor Berkebun - Greenhouse Vegetable di Balai Kota Bogor, Jumat (04/12/2020). (dok)

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Wali Kota Bogor, Bima Arya melaunching Gerakan Bogor Berkebun - Greenhouse Vegetable di Balai Kota Bogor, Jumat (04/12/2020).

Menurut Bima jika Gerakan Bogor Berkebun ini berjalan secara maksimal, maka akan memberikan dampak yang dahsyat dan luar biasa, diantaranya membangkitkkan perekonomian, menghilangkan stres dan meningkatkan kebersamaan.

“Saya sudah menyaksikan itu, yang tadinya individual tapi karena sekarang ada wahana untuk berkumpul menanam sama-sama, maka ini menjadi kualitas kita. Jadi satu KWT itu menyatukan lingkungan disitu, dasawisma yang gak aktif bisa aktif, Ketua RT yang gak peduli, bisa didorong supaya peduli," katanya.

AYO BACA : Kota Bogor Catat 58 Kasus Baru Covid-19

Dia berpendapat, kunci agar gerakan tersebut bisa berjalan optimal adalah bimbingan, pembinaan dan pendampingan. Di samping jaringan, konsistensi dan kelembagaan. Pemerintah dengan kebijakannya melakukan fasilitasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyambungkan semua yang ada karena keterbatasan yang ada.

Pasalnya, Pemkot Bogor tidak bisa melakukannya sendiri. Terlebih di Bogor banyak lembaga kajian yang berfokus pada agro industri dan hal itu bisa dimaksimalkan dengan menciptakan satu jaringan.

" Jadi saya titip betul-betul pendampingannya," tegasnya.

AYO BACA : Bima Arya Tekankan Tiga Hal Sebelum Vaksinasi Covid-19 Dilaksanakan

Target yang dibidik melalui Gerakan Bogor Berkebun bukan hanya Kelompok Wanita Tani (KWT) yang besar dan sudah berjalan, namun bagaimana menumbuhkan minat berkebun.

“Yang tidak kalah penting adalah menjadi sarana mengisi waktu, menambah pendapatan dan kemudian menggairahkan urban farming se-kota Bogor,” ujarnya.

Kepada pihak-pihak yang terlibat Gerakan Bogor Berkebun, Bima Arya menyarankan agar target yang dipasang jangan langsung ingin menyuplai ke pasar (market), yang terpenting adalah sistemnya berjalan, jaringannya ada dan sistem pendampingan digitalisasi berjalan.

“Dengan keberkahan luar biasa yang dimiliki Kota Bogor dan berbeda dengan yang lain dalam hal kebersamaan yang dahsyat, landscape dan kontur, kemudian didukung adanya banyak lembaga yang menjadi modal untuk kolaborasi,” jelasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Anas S Rasmana menuturkan, Gerakan Bogor Berkebun memiliki tiga tujuan, yakni agar warga mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dengan komoditi primer, lebih sistematis melalui aplikasi yang telah dibuat dan yang terakhir adalah tahapan pascapanen dengan melibatkan pihak lain sebagai penyaluran hasil panennya.

"Dengan berkebun diharapkan mampu menghasilkan wirausaha baru di bidang pertanian, membuka lapangan kerja bagi yang terdampak Covid-19. Untuk jangka panjang, bisa membantu pemulihan ekonomi," kata Anas. 

AYO BACA : Samsat Kota Bogor Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 23 Desember

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar