Yamaha

Prasetyo Edi: 2021, Tak Ada Kenaikan Gaji DPRD DKI Jakarta!

  Sabtu, 05 Desember 2020   Fitria Rahmawati
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi / Republika

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Tidak ada kenaikan gaji pada seluruh anggota DPRD DKI Jakarta di tengah pandemi Covid-19. Itu dikemukakan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. Dia menjelaskan, usulan anggaran dalan rancangan kerja tahunan (RKT) tahun 2021 untuk menambah kegiatan terhadap kepentingan masyarakat.

"Ini yang perlu diluruskan mengenai narasinya, bahwa tidak ada sama sekali ada kenaikan gaji, tetapi kalau penambahan kegiatan iya. Dengan penambahan kegiatan itu maka otomatis ada kenaikan anggaran DPRD yang dituangkan dalam Rencana Kerja Tahun 2021," kata Prasetio dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/12/2020).

AYO BACA : PILKADA DEPOK 2020: Sudah Negatif Covid-19, Idris Siap Tampil Debat Terakhir Lewat Virtual! Begini Alasannya..

Jika ada penambahan kegiatan dan anggaran pun, kata dia, sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sehingga, usulan anggaran tersebut pun telah sah. RKT itu tidak terbentuk secara mendadak. Namun, telah melalui pembahasan khusus di DPRD DKI Jakarta.

"Penambahan kegiatan DPRD dengan konsekuensi anggaran itu pun telah disesuaikan PP Nomor 18 Tahun 2017 tentang hak keuangan DPRD. Untuk bagaimana mekanismenya maka DPRD DKI membentuk Panitia Khusus (pansus). Disana lah semua dimatangkan seluruh rancangan program kegiatan DPRD DKI selama satu tahun," papar dia.

AYO BACA : Kendalikan Banjir, Kecamatan Cilincing Benahi Sistem Irigasi Pertanian

Prasetio mengungkapkan, penyusunan RKT baru dilakukan DPRD DKI tahun ini. Padahal, kata dia, beberapa daerah telah melakukannya sejak lama.

"Sebagai tambahan informasi, Rencana Kerja Tahunan (RKT) kegiatan DPRD DKI Jakarta itu baru kali ini lah akan dilakukan oleh DPRD DKI, sementara di wilayah daerah lain RKT itu sudah berjalan lama," ungkap Prasetio.

Dia juga menjelaskan, nominal sebesar Rp 8 miliar yang tertuang dalam usulan anggaran RKT itu masih dalam pembahasan. Prasetio menilai, bisa saja nominal itu berubah saat rapat pimpinan (Rapim) DPRD DKI, bahkan setelah evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Ini pun bentuknya masih usulan yang seluruh komponennya masih akan dievaluasi dalam Rapat Pimpinan (Rapim) DPRD Provinsi DKI Jakarta, seandainya juga dalam Rapim terjadi kesepakatan dan disetujui, masih ada evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri yang merupakan keputusan akhir dari perjalanan panjang proses pembahasan APBD Provinsi DKI," tutur dia.

Sebelumnya, usulan kenaikan anggaran RKT Tahun 2021 DPRD DKI Jakarta menjadi kisruh dalam beberapa hari terakhir. Total anggaran yang diajukan mencapai Rp 888,6 miliar untuk 106 anggota dewan dalam setahun atau tiap anggota mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 8,3 miliar.

AYO BACA : 24 Orang Positif Covid-19 Pascakontak Erat dengan Anies dan Ariza

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar