Yamaha

Cawagub Sumatera Barat Nomor 1 Jadi Tersangka, Demokrat Klaim Tak Batalkan Pencalonan

  Sabtu, 05 Desember 2020   Fitria Rahmawati
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat nomot urut 1, Mulyadi (kiri) dan pasangannya Ali Mukhin/ instagram

SUMATERA BARAT, AYOJAKARTA.COM - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat nomot urut 1, Mulyadi dan pasangannya Ali Mukhin, kini berstatus tersangka usai melanggar jadwal kampanye pilkada. Ia dituding berkampanye di luar jadwal dan telah ditetapkan status tersangka oleh pihak kepolisian. Hal itu pun dibenarkan irektur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Andi Rian.

Andi Rian mengatakan, penetapan status tersangka kepada Mulyadi dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Jumat (4/12/2020).

Tak hanya itu, juru bicara Mabes Polri, Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan, petugas menyelidiki kasus Mulyadi menindaklanjuti hasil kajian Badan Pengawas Pemilu.

AYO BACA : Pilkada Tangsel 2020: Jika Terpilih, Benyamin-Pilar Saga Janji Akan ‘Ngantor’ di Pinggir Kali

"Setelah dilakukan kajian oleh Bawaslu dan lidik oleh kepolisian serta pendampingan dari jaksa, sentra gakkumdu sepakat bahwa perkara tersebut merupakan tindak pidana pemilihan dan direkomendasikan untuk diteruskan ke pPenyidik," kata Awi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (24/11/2020).

Dalam perkara ini, Mulyadi dan pasangannya, Ali Mukhin, diduga melakukan tindak pidana pemilu lantaran melakukan kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan. Kampanye tersebut dilakukan yang bersangkutan melalui sebuah program televisi nasional pada 12 November 2020.

Padahal, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 5 Tahun 2020 Juncto Keputusan KPU Sumbar Nomor 31 Tahun 2020, kampanye melalui media massa cetak dan elektronik baru mulai dilaksanakan pada tanggal 22 November hingga 5 Desember 2020.

AYO BACA : Pilkada Tangsel 2020: Siti Nur Azizah-Ruhamaben Manfaatkan Aplikasi untuk Libatkan Partisipasi Publik dalam Kebijakan

"Konten atau isi tayangan tersebut dinilai mengandung muatan kampanye," kata Awi.

Pilkada Sumatera Barat diikuti empat pasangan kandidat. Mahyeldi-Audy diusung PKS dan PPP, Nasrul Abit-Indra Catri diusung Gerindra, Fakhrizal-Genius Umar diusung Golkar, PKB, dan Nasdem. Sedangkan Mulyadi-Ali Mukhni diusung Demokrat-PAN.

Penetapan status tersangka terhadap Mulyadi dilakukan hanya beberapa hari menjelang pilkada serentak pada 9 Desember 2020. 

Sementara, petinggi Partai Demokrat, Andi Arief, penetapan tersangka terhadap Mulyadi tidak membatalkan pencalonan.

"Jelang pencoblosan paslon Demokrat di pilgub Sumbar jadi tersangka pidana pemilu karena dituduh kampanye diluar hari. Padahal TVOne yang mewawancarai. Tidak membatalkan pencalonan, hanya mengganggu. Pasangan Mualim tetap fokus kemenangan. Terkuat di semua lembaga survei," kata Andi Arief melalui Twitter yang dikutip Suara.com - jaringan Ayojakarta, Sabtu (5/12/2020).

AYO BACA : Kemarahan Prabowo Subianto Karena Korupsi Edhy: Saya Memungutnya dari Selokan!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar