Yamaha

2 Januari 2021 Pemprov DKI Kirim SPPT PBB Secara Elektronik, Simak Alurnya!

  Selasa, 08 Desember 2020   Aini Tartinia
ilustrasi pajak/ pixabay

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM – Dalam rangka mendukung gerakan go-green dan mencegah kerumunan di tengah pandemi Covid-19, Pemprov DKI Jakarta akan menerbitkan surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT) pajak bumi dan bangunan (PBB) secara elektronik mulai 2021, yaitu e-SPPT.

Dilansir beritajakarta.id, Senin 7 Desember 2020, Kepala Bapenda DKI Jakarta, Mohammad Tsani Annafari mengatakan, sebelum mendapatkan SPPT PBB-P2 secara elektronik, para wajib pajak diwajibkan memiliki akun dengan mendaftar di https://pajakonline.jakarta.go.id/esppt.

Apabila informasi yang diterima oleh wajib pajak belum jelas, dapat menghubungi contact center Bapenda DKI di nomor 1500-177 atau live web chat di htpp://bapenda.jakarta.go.id/. Saat ini, per 1 Desember 2020, realisasi pajak PBB-P2 di DKI Jakarta mencapai Rp8,1 triliun dari target sebesar Rp9,4 triliun.

Hal apa saja yang bakal didapatkan warga DKI dengan sistem e-SPPT ini? Berikut rinciannya:

a. Dokumen SPPT PBB-P2 elektronik tahun berjalan dapat diperoleh setiap tanggal 2 Januari (kecuali dalam kondisi khusus( melalui sistem e-SPPT yang dapat diakses melalui PC maupun dengan gadget secara mobile.

b. Dokumen dapat dikirimkan ke email yang terdaftar maupun diunduh langsung di aplikasi dan dapat dicetak sendiri oleh warga bilamana diperlukan.

c. Dokumen elektronik maupun hasil cetakannya diakui sebagai dokumen yang sah karena telah dilengkapi QR Code dan penanda digital untuk verifikasi keasliannya.

d. Dokumen salinan SPPT PBB-P2 tahun-tahun sebelumnya juga dapat diperoleh melalui aplikasi e-SPPT PBB-P2 beserta data tagihan dan pelunasannya.

e. Warga yang telah mendaftarkan diri dalam sistem e-SPPT PBB-P2 akan mendapatkan prioritas dan kemudahan dalam pelaksanaan skema kebijakan keringanan maupun penghapusan sanksi administrasi PBB-P2 karena datanya telah terekam dalam sistem.

Nah, sebagai tahapan awal kebijakan e-SPPT PBB-P2 ini, para RT dan RW dengan koordinasi kelurahan setempat akan melakukan pengumpulan data wajib pajak PBB-P2 berupa

1. Nomor Objek Pajak (NOP),

2. Nomor Induk Kependudukan (NIK)

3. Nomor handphone dan

4. Alamat email.

Setelah data terverifikasi oleh Bapenda DKI Jakarta, masyarakat akan menerima notifikasi melalui SMS mengenai SPPT PBB-P2 Tahun 2021 sudah terbit, jumlah pajak terutang dan link untuk mendaftar dan mengunduh e-SPPT PBB-P2 Tahun 2021.

Caption foto: Contoh alur e-SPPT PBB per 2 Januari 2021/dok: pajakonline.jakarta.go.id

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar