Yamaha

Sudah 18 Ribu Orang Indonesia Meninggal Karena Covid-19 (8 Desember 2020)

  Selasa, 08 Desember 2020   Icheiko Ramadhanty
Sudah 18 Ribu Orang Indonesia Meninggal Karena Covid-19 (8 Desember 2020)/ilustrasi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Hari ini, Selasa (8/12/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 5.292 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia, dengan jumlah angka suspek mencapai 70.450 orang dan jumlah sampel tes sebanyak 52.819.

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 586.824 kasus. Angka itu termasuk 85.345 kasus aktif dengan penambahan 864 kasus, 483.497 total kasus sembuh dengan penambahan 4.295 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 18.000 kasus meninggal dunia dengan penambahan 133 kasus meninggal.

Rekor kasus tertinggi di Indonesia terjadi pada 4 Desember yaitu sebanyak 8.369 kasus. Rekor tersebut dihasilkan dengan jumlah sampel tes mencapai 62.397.

Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:

2 Desember: 5.533 kasus

3 Desember: 8.369 kasus

4 Desember: 5.803 kasus

5 Desember: 6.027 kasus

6 Desember: 6.089 kasus

7 Desember: 5.754 kasus

8 Desember: 5.292 kasus

VAKSINASI

Sementara itu, sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 telah tiba di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta pada Minggu malam (6/12). Vaksin buatan Sinovac tersebut, dibawa menggunakan pesawat carter kargo khusus dengan menempuh rute Beijing-Jakarta.

Menkes Terawan A. Putranto menjabarkan setibanya di Indonesia vaksin segera mendapat persetujuan penggunaan pada masa darurat (Emergency Use Authorization – EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikat kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Pemerintah hanya menyediakan vaksin yang terbukti aman dan lolos uji klinis sesuai rekomendasi dari WHO,” kata Menkes dalam keterangannya di Media Center KPCPEN di Kantor Kemkominfo, Jakarta pada Senin (7 Desember 2020) seperti ditulis siaran pers yang diterima Ayojakarta.

Turut hadir pada acara tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Luar Negeri Retno Marsudirini serta Menteri Komunikasi dan Informasi Johny G. Plate.

Setelah vaksin Covid-19 mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM dalam rangka menjamin keamanan, kualitas dan efikasi vaksin, maka selanjutnya didistribusikan secara berjenjang.

Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota, dengan prosedur Cara Distribusi Obat yang Baik (CPOB) guna menjamin kualitas vaksin sampai diterima oleh masyarakat.

Selain membuat peta jalan pendistribusian vaksin, pemerintah juga telah menetapkan kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19. Pada tahap tahap pertama, akan diutamakan bagi tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Saat ini, Kemenkes telah menyiapkan jumlah sasaran dan kebutuhan vaksin per kabupaten/kota yang selanjutnya dengan data tersebut, Tim Sistem Informasi KPCPEN akan menyiapkan dalam bentuk data sasaran by name by address.

“Sesuai dengan rencana distribusi vaksin Covid-19 yang telah dibahas bersama bahwa untuk skema program maka vaksin akan didistribusikan ke gudang vaksin dinas kesehatan provinsi, untuk selanjutnya diedarkan ke dinas-dinas kesehatan dibawahnya,” kata Menkes.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Perekonomian selaku Ketua Komite Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartanto mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan 2 skema pendistribusian vaksin.

Pertama, vaksin program pemerintah yang diberikan secara gratis. Kedua vaksin mandiri yang akan tersedia berbayar. Menurut rencana, aturan tersebut akan terbit dalam waktu dekat.

“Aturan lebih rinci akan segera diterbitkan dalam 1-2 minggu kedepan,” kata Airlangga.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merinci bahwa dari segi pendanaan sebagian akan didanai APBN dan sebagian lainnya dibiayai secara mandiri.  Dalam rangka memutus mata rantai penularan CovidD-19, direncanakan proses pengadaan akan dilakukan hingga tahun 2022 mendatang, tentunya sesuai dengan kebutuhan.

Namun demikian, di tengah kabar baik ditemukannya vaksin COVID-19, Menkes mengingatkan kembali bahwa vaksinasi merupakan pertahanan kedua dari risiko penularan Covid-19.

Pertahanan utama yang harus terus dijalankan oleh masyarakat adalah protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak fisik 1—2 meter serta mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Untuk itu, masyarakat diimbau jangan lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dalam kehidupan sehari-hari.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar