Yamaha

Terancam Punah, Populasi Elang Jawa Tercatat Kurang 500 Pasang

  Sabtu, 12 Desember 2020   Budi Cahyono
Elang Jawa dari BKSDA Jateng akan direhabilitasi ke PSSEJ (ayosemarang.com/Vedyana)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah terus memberikan sosialisasinya kepada masyarakat terkait satwa dilindungi. Salah satunya Elang Jawa.

Kepala BKSDA Jateng, Darmanto mengatakan jika saat ini populasi Elang Jawa di Pulau Jawa kurang lebih mencapai 500 pasang. Elang Jawa merupakan satwa endemik Pulau Jawa yang saat ini merupakan jenis satwa terancam punah.

AYO BACA : Setelah Jakarta, Rumah Sepeda Indonesia Kini Hadir di Bandung

"Elang Jawa merupakan jenis satwa yang dilindungi undang-undang, sebagaimana tercantum dałam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MenLHK/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MenLHK/ Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi," ujarnya, Sabtu (12/12/2020).

Darmanto menambahkan, Elang Jawa merupakan salah satu satwa yang tidak bisa ditangkarkan secara kandang dan membutuhkan area yang luas dalam pengembangbiakannya.

AYO BACA : 2021 Menanti! Saatnya Tingkatkan Ambisimu Bersekolah di Eropa. Ini 7 Alasan Kuliah di Eropa

"Elang Jawa tidak bisa kalau ditangkarkan dengan wilayah yang sempit. Apalagi hanya di kandang. Elang Jawa membutuhkan habitatnya yang luas. Terlebih dalam hidupnya, mereka hidup berpasangan," imbuhnya.

Sebelumnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah menerima satu ekor Elang Jawa dan tiga ekor Elang Ular Bido hasil penyerahan dari masyarakat di sejumlah daerah Jateng.

Balai KSDA Jawa Tengah berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, pengelola Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) untuk membantu proses rehabilitasi Elang jawa dan Elang Ular Bido tersebut.

"Yang mana nantinya, kedua satwa yang termasuk dilindungi tersebut bisa kembali memunculkan sifat liarnya untuk kemudian bisa dilepasliarkan di habitat alaminya," katanya.(Vedyana)

AYO BACA : Dibanderol Ratusan Juta, Ini Keistimewaan Tanaman Janda Bolong

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar