Yamaha

Update Harian Covid-19 di Indonesia: Bertambah 6.388 Kasus, Akumulasi Kasus Capai 611 Ribu! (12 Desember 2020)

  Sabtu, 12 Desember 2020   Aini Tartinia
Ilustrasi

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Hari ini, Sabtu (12/12/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 6.388 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia. Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 611.631 kasus.

Angka itu termasuk 91.602 kasus aktif dengan penambahan 1.756 kasus, 501.376 total kasus sembuh dengan penambahan 4.490 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 18.653 kasus meninggal dunia dengan penambahan 142 kasus meninggal.    

Rekor kasus tertinggi di Indonesia terjadi pada 4 Desember yaitu sebanyak 8.369 kasus. Rekor tersebut dihasilkan dengan jumlah sampel tes mencapai 62.397.

Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id

6 Desember: 6.089 kasus

7 Desember: 5.754 kasus

8 Desember: 5.292 kasus

9 Desember: 6.058 kasus

10 Desember: 6.033 kasus

11 Desember: 6.310 kasus

12 Desember: 6.338 kasus

Kedatangan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk jadi pada Minggu (6/12/2020) merupakan wujud upaya pemerintah untuk menyiapkan vaksinasi Covid-19. Rencana detail pelaksanaan vaksinasi tengah difinalisasi dan akan segera diumumkan Desember 2020.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G. Plate, memperkenalkan lima juru bicara pemerintah untuk vaksinasi Covid-19.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik vaksin Covid-19 yang telah dipersiapkan sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo dalam rapat terbatas pada tanggal 19 Oktober 2020 lalu. Dimana, rapat tersebut menekankan agar komunikasi publik mengenai vaksin Covid-19 harus dipersiapkan matang. 

Juru bicara pemerintah yang pertama dari Kementerian Kesehatan RI, yaitu Siti Nadia Tarmizi. Siti merupakan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular  Langsung (Dirjen P2PML).

Kedua, juru bicara dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalusia. Dia juga menjabat sebagai Direktur Registrasi Obat Badan POM, serta yang ketiga yaitu juru bicara dari PT. Bio Farma, Bambang Herianto. Dia merupakan Corporate Secretary perusahaan holding farmasi Bio Farma. 

Siti Nadia, Lucia Rizka, dan Bambang Herianto berperan untuk membangun pemahaman yang tepat terkait kebijakan dan isu terkait serta membangun partisipasi publik untuk mensukseskan program vaksinasi Covid-19 dan penanganan Covid-19. 

Sementara, juru bicara yang telah ditunjuk pemerintah sebelumnya, Wiku Adisasmito yang merupakan juru bicara penanganan Covid-19, akan menambah fokus pada aspek sains dari vaksin, serta Reisa Broto Asmoro juru bicara dan duta perubahan perilaku, akan fokus pada menerangkan perilaku hidup sehat yang berbasis pencegahan termasuk vaksinasi.     

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar