Yamaha

126 Gedung di Jakarta Ajukan Izin Acara Resepsi, Disparekraf DKI Baru Setujui 88 Gedung

  Selasa, 15 Desember 2020   Aini Tartinia
ilustrasi pernikahan era new normal/ Republika

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM – Resepsi pernikahan di hotel dan gedung telah diizinkan di masa PSBB transisi Jakarta. Hingga saat ini, sudah ada 126 hotel dan gedung pernikahan yang mengajukan izin acara ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf).

Namun Kepala Bidang Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Bambang Ismadi menyampaikan, hingga saat ini baru 88 gedung yang diizinkan menggelar resepsi pernikahan.

"Per hari ini (kemarin) yang mengajukan sudah 126 gedung (gedung pernikahan dan ballroom hotel). Sudah disetujui dan dikeluarkan SK-nya 88 gedung," kata Bambang dilansir beritajakarta.id, Senin (14/12/2020).

AYO BACA : Masih Ada 605 Kasus Covid-19 Aktif di Kabupaten Bogor

Sedangkan kata Bambang, 38 gedung lainnya masih dalam proses verifikasi oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Dinas terkait lainnya.

"Intinya pengetatan protokol kesehatan yang harus dipatuhi kapasitas maksimal 25%, jarak antar kursi minimal 1,5 meter, tidak diperkenankan menyediakan prasmanan," tegasnya.

"Tamu hanya salam namaste (tak boleh jabatan tangan-red) dan duduk di tempat yang sudah disediakan. Tamu juga dilarang berjalan hilir mudik," sambungnya.

AYO BACA : Jelang Perayaan Nataru, Ada Produk Makanan Tak Layak Edar di Jakarta Utara

Kemudian, bila dalam gelaran resepsi pernikahan ada hiburan live musik, tamu yang hadir tidak diperkenankan untuk menyumbang lagu. Saat sesi foto bersama pengantin tamu juga tidak diperkenankan meminta diambilkan gambar menggunakan ponsel pribadi.

Lalu, saat berfoto bersama pengantin harus menjaga jarak dan dilarang melepas masker. "Dilarang membawa anak usia dibawah 9 tahun dan lansia diatas 60 tahun. Lalu tidak disarankan pemberian amplop langsung dan data tamu tercatat lengkap," jelasnya.

Untuk pengawas protokol kesehatan (Prokes) panitia atau pihak gedung bisa membentuk secara internal ataupun meminta bantuan kepada Satpol PP. Namun, Bambang berharap seluruh masyarakat bisa tetap disiplin 3M saat beraktivitas.

"Pengawas Prokes saat acara pesta pernikahan, bisa secara internal, mandiri, bisa juga gabungan dengan Satpol PP," pungkasnya.

AYO BACA : PK Izin Reklamasi Pulau G Ditolak, Ini Kata Wagub DKI

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar