Yamaha

58 Restoran di Jakarta Selatan Langgar PSBB Transisi!

  Selasa, 15 Desember 2020   Aini Tartinia
Kasatpol PP Jakarta Selatan, Ujang Hermawan / dok humas

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan telah menindak puluhan restoran yang melanggar protokol kesehatan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

Kasatpol PP Jakarta Selatan, Ujang Hermawan mengatakan, dalam kurun waktu dua bulan itu, pihaknya melakukan pengawasan terhadap 1.884 tempat usaha makan dan minuman. Dari jumlah itu, 58 diketahui melanggar aturan PSBB transisi.

"Dari total 1.884 tempat usaha makan dan minum yang kami sidak, 58 ditertibkan karena melanggar ketentuan PSBB transisi. Sisanya 1.826 tidak ditemukan pelanggaran," ujarnya dilansir beritajakarta.id, Senin (14/12/2020).

Dari 58 tempat usaha makan dan minuman di Jakarta Selatan yang melanggar PSBB transisi tersebut, Ujang menyebut hanya satu yang dikenakan sanksi berupa denda.

AYO BACA : Cukup Tinggi, Kasus Baru Covid-19 di DKI Jakarta 1.506 Kasus per 14 Desember 2020

“Satu tempat usaha makan dan minum didenda Rp20 juta,” kata Ujang.

Sementara itu, 57 tempat lainnya menerima sanksi berupa penutupan sementara selama 1 x 24 jam. Selain menindak tempat usaha makan dan minum, lanjut Ujang, pihaknya juga menjatuhkan sanksi penutupan selama 3 x 24 jam kepada satu perkantoran dan satu industri.

Kemudian, dalam giat tertib masker yang dilaksanakan selama masa PSBB transisi Satpol PP Jaksel telah menertibkan 9.949 pelanggar.

"Dari jumlah itu, 283 pelanggar  denda administrasi dengan total denda Rp 46,7 juta Kemudian 9.666 sanksi kerja sosial," tandasnya.

AYO BACA : 12 Oktober-13 Desember 2020, 75.762 Warga di DKI Langgar PSBB Transisi!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar