Yamaha

Perayaan Natal 51 Gereja di Kota Bogor Digelar Virtual

  Jumat, 18 Desember 2020   Husnul Khatimah
ilustrasi ibadah online/ dok GKJ Brayatkinasih Miliran

KOTA BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Kota Bogor bersama Polresta Bogor Kota, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan Perwakilan Gereja menggelar rapat koordinasi persiapan ibadah Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Paseban Punta, Balai Kota Bogor.

Kabag Ops Polresta Bogor Kota Kompol Prasetyo Purbo mengatakan, dari 77 lokasi kegiatan yang akan melaksanakan kebaktian natal, 51 lokasi akan melaksanakan secara virtual dan 26 lokasi menggabungkan antara ibadah virtual dan mendatangi gereja. 

AYO BACA : Berikut Daftar Terminal Bus AKAP di Jakarta saat Nataru

“26 lokasi yang menggelar kebaktian di gereja, sesuai arahan Wali Kota Bogor harus memperhatikan protokol kesehatan serta jumlah jemaat yang hadir di kebaktian hanya sepertiganya saja. Itupun jemaat yang memang sudah mendaftar ke gereja. Anak kecil dan manula juga tidak diperbolehkan datang, serta kegiatan dibatasi maksimal dua kali kegiatan," ujar Prasetyo, Jumat (18/12/2020).

Ia menuturkan, Operasi Lilin Lodaya 2020 akan dimulai pada 21 Desember sampai 5 Januari 2021 atau selama 14 hari. Pihaknya akan menyediakan tujuh pos pengamanan dan satu pos pelayanan terpadu. Pos-pos ini akan mendukung semua kegiatan, yakni kebaktian natal dan antisipasi malam tahun baru dengan personil gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub.

AYO BACA : Jelang Nataru, Pemkot Bekasi Ingatkan Warga Soal 3M

"Sesuai instruksi Wali Kota Bogor tidak di perbolehkan ada perayaan tahun baru. Pada pelaksanaan tahun ini, pengamanan Natal dan Tahun Baru lebih mengedepankan protokol kesehatan dan patroli difokuskan pada sasaran kerumunan massa atau tempat kerumunan akan dibubarkan untuk menekan penyebaran Covid-19," katanya.

Sementara itu, Pastor Gereja Katedral Romo Dion mengatakan, pada Natal 2020, Gereja Katedral masih menggelar ibadah Natal di gereja namun dengan pembatasan sesuai arahan Pemkot Bogor. Bahkan, pihaknya membentuk Satgas internal agar jalannya ibadah tertib dan sesuai protokol kesehatan.

“Satgas internal ini yang nantinya mengatur administrasi jemaat yang datang. Jemaat yang diperbolehkan masuk hanya Jemaat yang sudah memiliki tiket (terdaftar sebelumnya) dan dipastikan sehat. Pihaknya juga sudah memutuskan hanya memakai ruangan sepertiga dari total keseluruhan gedung per sesi kebaktian. Sementara jemaat lainnya mengikuti secara streaming,” kata Dion.

"Untuk mencegah kerumunan kami juga akan membagi tempat parkir sebut saja di halaman Gereja Katedral, di halaman SMA Budi Mulya dan halaman gedung eks DPRD," katanya.

AYO BACA : Pemerintah Jakarta Pusat Klaim Bahan Pangan Aman Jelang Nataru

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar