Yamaha

Sepatu #LokalTakGentar, Wujud Aksi Perlawanan terhadap Produk Aspal

  Selasa, 22 Desember 2020   Budi Cahyono
Aditya Caesarico menunjukkan sol sepatu bertuliskan #LokalTakGentar dengan genggaman tangan. Sepatu ini dijual dengan harga Rp99.900 per pasang. (Ayojakarta/Budi Cahyono)

KLATEN, AYOJAKARTA.COM – Merek sepatu lokal dalam dua tahun terakhir ini mulai menggeliat. Brand-brand baru bermunculaan ke permukaan dengan beragam model kekinian yang digandrungi kaum milenial.

Masing-masing model memiliki pangsa pasar sendiri dengan segmen anak muda. Menyasar anak muda, tentu saja harga yang ditawarkan tidak semahal merek-merek impor yang merajai pasar sepatu sneaker di Indonesia.

Sepatu menjadi bagian terpenting fesyen bagi anak-anak muda outfit of the day (OOTD). Sneaker bisa dipadupadankan dengan baju, kaus, dress, ataupun pakaian kekinian khas anak milenial. Munculnya brand lokal sepatu bak jamur di musim penghujan.

Jangan salah, walaupun semakin menjamur dan menjadi raja di negeri sendiri, sepatu yang mendapatkan sebutan local pride tersebut memiliki kualitas sepadan dengan merek-merek internasional. Kualitas bagus, model kekinian, harganya pun ramah di kantong para remaja.

AYO BACA : Manfaatkan Penjualan Online di Tengah Pandemi, Penjualan Sepatu Aero Melesat

Salah satu brand lokal yang menyemarakkan pasar Indonesia yakni Aerostreet yang memiliki pabrik di Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah. Pemilik Aerostreet, Aditya Caesarico, mengatakan dalam waktu dekat ini akan merilis item terbaru sneaker dari keluarga besar Aerostreet .

Sepatu baru ini siap bertarung dengan merek lokal yang sudah ada di Indonesia dalam katalog bertajuk Vulcanize Jhosse high dan low yang dibanderol harga Rp99.900. Berbahan kanvas 12 oz katun, dengan karet outsole berkualitas tinggi, sepatu sneaker ini diprediksi akan menggebrak pasar lokal.

Uniknya, Aero menyisipkan gerakan mencintai produk dalam negeri dengan tagar #LokalTakGentar di insole, outsole, dan name tag. Di Instagram @aerostreet, varian #LokalTakGentar menawarkan warna hitam, putih, kuning, biru nvay, dan merah maroon yang akan dirilis pada 29 Desember 2020. Namun untuk warna biru nvay sudah siap dipesan melalui sistem pesan online.

Rico, sapaan karib Aditya Caesarico menjelaskan, tagar tersebut sebagai salah satu bentuk aksi protes di industri sepatu.

AYO BACA : Bidik Eksekutif Muda, Sepatu Kulit Asli Indonesia Ini Diminati Dubes hingga Laris di Tengah Pandemi

Dia mengungkapkan, ide munculnya #LokalTakGentar tersebut merupakan wujud perlawanan terhadap gempuran sepatu impor dengan harga tinggi namun tidak sesuai kualitas. Selain itu, #LokalTakGentar tersebut juga salah satu gerakan mendukung sepatu produk dalam negeri untuk menjadi raja di negeri sendiri.

“Sepatu #LokalTakGentar ini sebenarnya kan arah besarnya ke Aerostreet yakni sepatu semua kalangan masyarakat Indonesia. Harganya pun sama, yakni RP99.900, sangat terjangkau untuk segmen anak muda milenial,” tutur Rico kepada Ayojakarta.

Perlawanan yang lainnya yakni head to head dengan produk asli tapi palsu (aspal) yang dikenal di pasaran yakni KW. Menurut Rico, produk KW merupakan speatu yang diproduksi secara rumahan namun memiliki brand-brand global yang sudah terkenal.

“Untuk gempuran dari Tiongkok, saya tidak terlalu khawatir. Justru saya khawatir produk KW,  dengan harga kisaran Rp150 ribu dengan brand-brand global. Namun secara kualitas, produksi sepatu saya bisa diadu dengan produk KW tersebut,” tegasnya.

Tak hanya sebuah gerakan, Rico  merepresentasikan #LokalTakGentar tersebut 100 persen merupakan bahan-bahan dari Indonesia, serta 1.400 pegawainya merupakan warga Indonesia yang berada di sekitar Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

“Untuk pengembangan produk, saya miliki tim sendiri dan selalu merespons perkembangan pasar, terutama di segmen anak-anak muda. Kami miliki kebijakan yakni dengan konsep sepatu satu harga. Semua sepatu yang diproduksi harganya sama, Rp99.900 per pasang,” urainya.

Dia berpendapat, sepatu-sepatu dengan brand lokal saat ini tengah bangkit dan fight melawan gempuran brand luar negeri. “Produk lokal berani diadu dengan brand global. Cintai produk lokal, dukung terus produk lokal, karena produk lokal tidak kalah dengan produk impor dari seluruh dunia,” pungkas Rico.

AYO BACA : Perlawanan Maraknya Social Bullying, Amble-Wallts Bikin Produk Tema Anti-Bullying dan Self Love

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar