Yamaha

Libur Nataru: Cegah Penumpukan, Kendaraan Pemudik di Rest Area Tol Cipali Dibatasi

  Rabu, 23 Desember 2020   Budi Cahyono
Gardu Satelit GT Tol Palimanan, Kabupaten Cirebon. (Foto istimewa)

CIREBON, AYOJAKARTA.COM -- Waktu istirahat bagi pemudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021 yang melintasi jalur tol dibatasi. Pun begitu dengan daya tampung di setiap rest area.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi menyebut, volume kendaraan di jalur tol maupun arteri di wilayah hukum Polresta Cirebon diperkirakan meningkat. Di jalur tol, potensi peningkatan volume kendaraan terjadi di Tol Cipali hingga Kanci-Pejagan.

"Meski pemerintah sudah memangkas cuti bersama 3 hari, kami prediksi tetap ada peningkatan volume kendaraan di tol sepanjang libur Nataru ini," katanya.

Untuk ini, pihaknya telah mendirikan pos pengaman di Gerbang Tol (GT) Palimanan sebagai pos terpadu antara Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Marga, Satpol PP, maupun pengelola tol.

Selain pengamanan di sepanjang jalur kendaraan, rest area menjadi salah satu fokus perhatian. Mempertimbangkan masih tingginya ancaman penyebaran Covid-19, pengunjung rest area dibatasi hanya 50% dari daya tampung.

"Di Rest Area 228.A dan 229.B yang termasuk wilayah hukum Polresta Cirebon, kami tempatkan personil dan pos pengamanan secara terpadu. Kami koordinasi dengan pengelola rest area untuk menetapkan daya tampung 50% dari kapasitas sebenarnya agar tak terjadi kerumunan," jelasnya.

Ketika sebuah rest area telah melebihi daya tampung 50%, petugas akan meminta pengendara untuk singgah di rest area berikutnya.

AYO BACA : Puncak Keberangkatan Libur Nataru 2021, 16.700 Penumpang KA Penuhi Stasiun Gambir dan Senen

Selain daya tampung, pembatasan pula berlaku pada waktu istirahat di rest area. Pemudik yang telah beristirahat melebihi ketentuan, dipersilakan segera meninggalkan rest area agar dapat bergantian dengan pengendara lain, demi mencegah penumpukan orang.

"Prinsipnya, pencegahan Covid-19 diutamakan," tegasnya.

Di jalur tol sendiri, lanjutnya, berlaku pembatasan bagi kendaraan angkutan barang di hari tertentu dengan mempedomani aturan Kementerian Perhubungan RI. Syahduddi mengungkapkan, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di jalur tol ketika situasi lalu lintas padat.

"Saat arus lalu lintas di Tol Cipali padat, terutama kendaraan yang mengarah ke Jawa Tengah, kami akan mengalihkan kendaraan berat sumbu 3, termasuk kendaraan gandengan atau kendaraan dengan kereta tempelan, ke jalur arteri," bebernya.

Kendaraan tertentu yang dialihkan itu di antaranya berupa angkutan barang tambang seperti galian batu pasir dan sejenisnya. Pengecualian berlaku bagi kendaraan angkutan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, yakni bahan pangan, bahan bakar minyak maupun gas, air minum kemasan, dan lainnya.

"Kendaraan angkutan kebutuhan masyarakat boleh melalui tol, sepanjang ada izin masuk wilayah tol dari instansi terkait," cetusnya.

Berbeda dengan tol, pembatasan tak sepenuhnya berlaku di jalur arteri dalam kota. Namun begitu, bila terjadi kepadatan kendaraan di jalur arteri, pihaknya akan memperkuat situasi melalui penebalan personel di beberapa ruas jalan tertentu, termasuk pos-pos pengamanan.

AYO BACA : Dalih Jasa Marga Tutup Permanen Rest Area KM 50 Tol Jakarta-Cikampek: Saran Korlantas Polri

"Harapannya, meski padat, tidak terjadi kemacetan panjang dan mengganggu aktivitas masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, General Manager ASTRA Tol Cipali selaku pengelola Tol Cipali, Suyitno menyatakan, sejak pandemi Covid-19, kapasitas rest area yang tersedia kini hanya 50% dari daya tampung sebenarnya.

"Sejak masa pandemi, kapasitas rest area yang tersedia hanya untuk 50% kendaraan saja," tuturnya, Rabu (23/12/2020).

Kapasitas rest area tipe A (dengan fasilitas lengkap, termasuk SPBU) di Tol Cipali sendiri mencapai 700 kendaraan, sedangkan kapasitas rest area tipe B 70 kendaraan. Dengan kebijakan pembatasan, maka rest area tipe A hanya menampung sekitar 350 kendaraan dan rest area tipe B sekitar 35 kendaraan saja.

Pengunjung di rest area punya waktu 30 menit untuk beristirahat dan melakukan aktivitas lain yang diperlukan selama perjalanan. Menurutnya, sedianya waktu tersebut sudah berlaku sejak awal rest area beroperasi, bukan sekadar saat pandemi kali ini.

Pada praktiknya, ketika situasi di tol tak padat, waktu istirahat pengunjung bisa lebih dari 30 menit. Namun, pada masa liburan maupun arus mudik/balik, rest area akan ditutup bila terjadi kepadatan dan kapasitas sudah tak mencukupi.

"Pada situasi itu, pengguna jalam diarahkan ke rest area terdekat atau exit (keluar) gerbang terdekat karena banyak juga rest area lainnya, seperti Rosin di Kabupaten Subang, dan untuk masuk Tol Cipali biaya tol tetap sama," jelasnya.

Selama pandemi belum usai, dia menjamin petugas keamanan di rest area secara rutin mengontrol dan berkeliling untuk patroli pengunjung.

Bila kedapatan ada pengunjung yang tak mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19, petugas akan mengimbau ya untuk menerapkannya, mulai dari mengenakan masker, mencui tangan, hingga menghindari kerumunan.(Erika Lia)

AYO BACA : Pemprov Jawa Barat Siapkan 65 Ribu Rapid Test Antigen untuk Wisatawan saat Libur Nataru

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar