Yamaha

Gereja Katedral Jakarta Batasi 20% Jemaat saat Misa Natal

  Kamis, 24 Desember 2020   Aini Tartinia
[Ilustrasi] Protokol kesehatan di tempat ibadah. (Ayobandung/Kavin)

GAMBIR, AYOJAKARTA. COM -- Perayaan Natal yang masih dalam kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan gereja membatasi jumlah jemaat yang hadir dalam ibadah misa Natal.

Salah satunya adalah Gereja Katedral Jakarta, membatasi jumlah jemaat yang hadir pada misa Natal sekitar 20%.

"Kapasitas gereja untuk ibadat misa Natal sebanyak 309 kursi, yaitu 20% dari kapasitas Gereja Katedral 200 umat berada di dalam Gereja Katedral dan 109 umat berada di Plaza Maria," kata Juru Bicara Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (24/12/2020).

Susyana menuturkan, setiap selesai melakukan ibadah, maka pihaknya akan melakukan proses disinfektan. Tujuannya untuk mensterilkan kembali ruangan tersebut.

Dia menyebut, aturan tersebut ditetapkan oleh Keuskupan Agung Jakarta supaya pelaksanaan Natal 2020 tetap mengedepankan protokol kesehatan. Menurutnya, jemaah berusia 18 tahun hingga 59 tahun serta mendaftar melalui laman resmi yang diperbolehkan hadir.

"Yang hadir adalah umat Paroki Katedral yang berusia 18-59 tahun dan dalam keadaan sehat dan melakukan pendaftaran untuk mengikuti ibadat melalui website Belarasa yang disediakan oleh Keuskupan Agung Jakarta," katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria atau Ariza mengimbau warga ibu kota untuk tetap berada di rumah saat hari libur Natal dan Tahun Baru 2021. Ia beralasan, dari pengalaman sebelumnya libur nasional dapat memicu peningkatan kasus positif Covid-19.

"Kami minta warga Jakarta, masyarakat Jakarta untuk tetap berada di rumah kita punya pengalaman tiga kali libur panjang itu menimbulkan adanya peningkatan penularan Covid," ujar Ariza, Minggu (20/12/2020).

 

Ia berharap agar masyarakat dapat memaklumi hal tersebut. Mengingat pandemi Covid-19 masih juga belum berakhir. Justru sebaliknya kian hari menunjukkan tren peningkatan jumlah kasus.

"Mudah-mudahan di libur panjang ini masyarakat bisa memahami, mengerti dan bisa tetap berada di rumah untuk tidak bepergian ke luar kota," ucapnya.

Ariza menjelaskan, mengacu pada sejumlah ketentuan yang telah dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk libur Natal dan Tahun Baru, maka perkantoran wajib tutup pada pukul 19.00 WIB. Di samping juga kapasitasnya hanya diperkenankan menampung 50 persen karyawan.

"Ingup Pak Gubernur Nomor 64 dan Seruan Gubernur Nomor 17 kita minta bahwa perkantoran tutup jam 19.00 dengan kapasitas 50 persen," terang dia.

Sementara untuk warung makan dan kefe, Bang Ariza menuturkan bahwa harus sudah tutup pada pukul 21.00 WIB. Kapasitasnya pun mesti dibatasi hanya 50 persen saja.

"Warung makan, restoran, kafe, mal, tempat usaha itu tutup jam 21.00, kapasitas 50 persen. Namun khusus tanggal 24 sampai dengan 27 Desember dan 31 Desember sampai dengan 3 Januari itu jam operasional sampai dengan jam 19.00 atau jam 7 malam dengan kapasitas tetap 50 persen," bebernya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar