Yamaha

Dinilai Tepat, Pengamat Dukung Kebijakan Belajar Daring di Jakarta

  Sabtu, 02 Januari 2021   Budi Cahyono
ilustrasi belajar online (dok Ayomedia)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang memutuskan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) didukung pengamat pendidikan.

Kegiatan belajar daring bagi seluruh sekolah di Jakarta dilaksanakan pada semester genap Tahun Ajaran (TA) 2020/2021. Hal itu diputuskan dengan memprioritaskan kondisi kesehatan dan keamanan para peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan.

Pengamat Pendidikan Doni Koesoema mengungkapkan, keputusan itu dinilai tepat dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

AYO BACA : Masih Turun di Bawah 2 Ribuan, Harian Covid-19 DKI Tambah 1.894 Kasus (Update 2 Januari 2021)

“Menurut saya tepat ya. Karena situasi Jakarta secara keseluruhan kan masih riskan. Sekarang saja masih sekitar 2.000 an kasus, zonanya masih zona merah,” ujar Doni kepada Republika, Sabtu (2/1/2021).

Doni mengaku memang merekomendasikan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk tetap memberlakukan pembelajaran daring pada saat kondisi pandemi Covid-19 masih tinggi.

Menurutnya, pembelajaran secara online justru dinilai lebih efektif lantaran sudah menjalani prosesnya selama pandemi hampir satu tahun.

AYO BACA : 2021 Belajar Tatap Muka Belum Dapat Dilaksanakan, DKI Jakarta Tetap Berlakukan PJJ

“Lebih efektif juga kan guru dan sekolah sudah belajar bagaimana satu tahun ini untuk mendesain pembelajaran. Mereka kan sudah evaluasi, dan memperbaiki desain dan cara-cara pembelajarannya seperti apa,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan, Pemprov DKI tetap memberlakukan pembelajaran dari rumah untuk seluruh sekolah di Jakarta lantaran mengutamakan aspek kesehatan dan keamanan para pendidik dan peserta didik.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara langsung di semester genap TA 2020/2021,” tegasnya.

“Prioritas utama adalah kesehatan dan keamanan para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan, sehingga seluruh sekolah di DKI Jakarta tetap melanjutkan pembelajaran dari rumah (BDR),” sambung Nahdiana dalam keterangannya, Sabtu (2/1/2021).

AYO BACA : Begini Penjelasan Ahli Soal Efek Samping Vaksin Covid-19 kepada Pengguna Facial Filler

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar