Yamaha

Pencairan KJP Tahap 2 Tahun 2020 Mulai Cair Hari Ini, 5 Januari 2021!

  Selasa, 05 Januari 2021   Aini Tartinia
Pencairan KJP Tahap 2 Tahun 2020 Mulai Cair Hari Ini, 5 Januari 2021 (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Pencairan dana KJP Tahap 2 Tahun 2020 mulai dilaksanakan pada hari ini, Selasa (5/1/2021).

Ada info penting yang harus banget kamu ketahui nih, yaitu pencairan dana KJP Plus Tahap II tahun 2020 akan dilaksanakan mulai hari ini tanggal 05 Januari 2021,”

Begitu penjelasan dari akun Instagram resmi resmi Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP), Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, @upt.p4op, sejam yang lalu dengan mengunggah ilustrasi gambar pengumuman pencairan dana KJP Tahap 2 Tahun 2020.

AYO BACA : VAKSINASI COVID-19: Pemprov DKI Siapkan 453 Faskes, Tahap Pertama 119.415 Nakes Divaksinasi

Adapun, besaran dana per bulan yang akan diterima dalam pencairan KJP Plus Tahap 2 Tahun 2020 adalah:

·         Tingkat SD/Sederajat: Dana sebesar Rp250 ribu perbulan. Dana itu akan dibagi menjadi dana rutin Rp135 ribu dan dana berkala Rp115 ribu. Serta ada SPP tambahan khusus untuk SD swasta Rp130 ribu.

·         Tingkat SMP/Sederajat: Dana sebesar Rp300 ribu perbulan. Dana itu akan dibagi menjadi dana rutin Rp185 ribu dan dana berkala Rp115 ribu. Serta ada SPP tambahan khusus untuk SMP swasta Rp170 ribu.

AYO BACA : Strain Baru Dikhawatirkan Masuk Ibu Kota, Wagub DKI Sebut Hari-hari Akan Semakin Berat

·         Tingkat SMA/Sederajat: Dana sebesar Rp420 ribu perbulan. Dana itu akan dibagi menjadi dana rutin Rp235 ribu dan dana berkala Rp185 ribu. Serta ada SPP tambahan khusus untuk SMA swasta Rp290 ribu.

·         Tingkat SMK/Sederajat: Dana sebesar Rp450 ribu perbulan. Dana itu akan dibagi menjadi dana rutin Rp235 ribu dan dana berkala Rp215 ribu. Serta ada SPP tambahan khusus untuk SMK swasta Rp240 ribu.

Diketahui, KJP Plus adalah program strategis untuk memberikan akses bagi warga DKI Jakarta dari kalangan masyarakat tidak mampu agar dapat mengenyam pendidikan minimal sampai dengan tamat SMA/SMK dengan dibiayai penuh dari APBD Provinsi DKI Jakarta.

Siswa tidak mampu adalah peserta didik pada jenjang pendidikan SD sampai dengan menengah yang secara personal dinyatakan tidak mampu baik secara materi maupun penghasilan orang tuanya yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan.

Adapun kebutuhan dasar pendidikan yang dimaksud mencakup: seragam, sepatu, dan tas sekolah, biaya transportasi, makanan serta biaya ekstrakurikuler.

Selama pandemi Covid-19 ini, dana rutin dan dana berkala dapat digunakan setiap bulan untuk belanja kebutuhan pangan, kebutuhan kesehatan dan kebutuhan pendidikan. Untuk kebutuhan pendidikan ialah termasuk menunjang biaya komunikasi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

AYO BACA : Ini 3 RS Baru untuk Rujukan Pasien Terkait Corona di Jakarta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar