Yamaha

PSBB JAWA – BALI: Airlangga Sebut Disambut Positif Pelaku Pasar Modal

  Kamis, 07 Januari 2021   Budi Cahyono
Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto. (Suara.com/Achmad Fauzi)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Keputusan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa – Bali dari pemerintah diklaim Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto disambut positif pelaku pasar modal. PSBB tersebut berlaku mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

Airlangga menyebut hal tersebut terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hari ini disebutnya menunjukan tren positif.

"Alhamdulillah hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah masuk di jalur positif lagi, saya tadi monitor angkanya sudah kembali 6.127 sehingga tentu direspon secara baik oleh pasar," kata Airlangga dalam jumpa pers virtual, Kamis (7/1/2020).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa hanya mementingkan sektor kesehatan tanpa melihat dampak ekonominya, sehingga keduanya harus dilakukan bersamaan di saat pandemi COVID-19 ini.

"Sekali lagi saya tegaskan bahwa kesehatan dan ekonomi ini berjalan beriringan jadi tidak dipertentangkan, sehingga dengan kebijakan ini betul-betul pemerintah sesuai arahan Bapak Presiden menjaga keseimbangan antara sektor kesehatan dan sosial ekonomi masyarakat," tegasnya.

Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat terus beraktivitas dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan 3M memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Berikut daerah di Jawa-Bali yang diberlakukan PSBB :

- DKI Jakarta: seluruh wilayah DKI Jakarta.

- Jawa Barat: Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, Bekasi, Kabupaten Bekasi, Cimahi, Wilayah Bandung Raya.

- Banten: Tangerang, Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan dan Tangerang Raya.

- Jawa Tengah: Semarang Raya, Solo Raya dan Banyumas Raya.

- DI. Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman dan Kulon Progo.

- Jawa Timur: Kota Malang Raya dan Surabaya Raya.

- Bali: Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Adapun pembatasan aktivitas meliputi pembatasan di tempat kerja dengan work from home sebanyak 75 persen dengan melakukan protokol kesehatan dengan ketat.

Kemudian kegiatan belajar-mengajar seluruhnya melalui daring. Sektor esensial berkaitan kebutuhan pokok tetap beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas serta penerapan protokol kesehatan ketat.

Pembatasan jam buka kegiatan di pusat perbelanjaan hingga pukul 19.00 WIB. Makan dan minum di tempat maksimal 25 persen dari kapasitas tempat, dan pemesanan take away atau delivery tetap diizinkan.

Selanjutnya kegiatan konstruksi tetap diizinkan 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Mengizinkan tempat ibadah melakukan pembatasan sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan ketat, fasilitas umum dan kegiatan sosial/budaya dihentikan sementara dan kapasitas serta jam operasional moda transportasi diatur.

Sebagai informasi, pandemi COVID-19 telah menginfeksi 788.402 orang di Indonesia sejak Maret 2020, 112.593 di antaranya masih dalam perawatan, 652.513 orang sembuh, dan 23.296 jiwa meninggal dunia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar