Yamaha

JADWAL VAKSINASI COVID-19: Komorbid Ini Yang Membuat Orang Tidak Bisa Menerima Vaksin Covid-19

  Jumat, 08 Januari 2021   Eries Adlin
JADWAL VAKSINASI COVID-19: Komorbid Ini Yang Membuat Orang Tidak Bisa Menerima Vaksin Covid-19

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah sudah merilis ancer-ancer jadwal vaksinasi Covid-19 secara massal dimulai perdana pada 13 Januari 2021. Namun, masih banyak muncul pertanyaan tentang siapa yang bisa atau tidak bisa menerima vaksin Sinovac yang diproduksi perusahaan farmasi asal China itu.

Kementerian Kesehatan melalui Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sudah merilis Surat Keputusan No. HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Petunjuk teknis tentang vaksinasi Covid-19 tersebut juga mengatur tentang siapa yang bisa menerima atau tidak bisa menerima vaksin Sinovac terutama yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Dalam Bab III petunjuk teknis vaksinasi Covid-19 tersebut antara lain disebutkan bahwa berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) ada beberapa ketentuan tentang pemberian vaksin tersebut.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Calon penerima vaksin Covid-19 harus mengisi tabel skrining terlebih dulu seperti di bawah ini:

Keterangan:

- Apabila berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam (≥ 37,5 0C), vaksinasi ditunda sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita COVID-19 dan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya

- Apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapatkan hasil maka vaksinasi tidak diberikan.

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

- Jika terdapat jawaban Ya pada salah satu pertanyaan nomor 1 – 13, maka vaksinasi tidak diberikan

- Untuk pertanyaan nomor 14, Penderita DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5% dapat diberikan vaksinasi

- Untuk pertanyaan nomor 15, bila menderita HIV, tanyakan angka CD4-nya. Bila CD4 <200>

- Jika terdapat jawaban Ya pada salah satu pertanyaan nomor 16, vaksinasi ditunda sampai kondisi pasien terkontrol baik. Untuk Pasien TBC dalam pengobatan dapat diberikan vaksinasi, minimal setelah dua minggu mendapat Obat Anti Tuberkulosis

- Untuk penyakit lain yang tidak disebutkan dalam format skrining ini dapat berkonsultasi kepada dokter ahli yang merawat.

Meski begitu, dalam petunjuk teknis Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes disebutkan apabila terdapat perkembangan terbaru terkait pemberian pada komorbid untuk Vaksin Sinovac dan/atau untuk jenis vaksin lainnya akan ditentukan kemudian

 

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar