Yamaha

Dinas Sosial DKI Perketat Pengawasan di Sudirman - Thamrin

  Sabtu, 09 Januari 2021   Eries Adlin
Dinas Sosial DKI Perketat Pengawasan di Sudirman - Thamrin (ilustrasi)/ayojakarta

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Petugas Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta meningkatkan pengawasan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (9/1).

Kepala Dinas Sosial DKI, Irmansyah, mengatakan pengawasan ketat ini dilakukan agar kawasan tersebut bebas dari PPKS. Oleh sebab itu, pihaknya mengerahkan 17 petugas dan berkolaborasi dengan petugas Satpol PP serta Dishub DKI untuk mengawasi adanya PPKS di kawasan ini.

“Kami sudah berkoordinasi dengan SKPD terkait untuk membantu kita dalam mengawasi PPKS di kawasan Sudirman-Thamrin ini,” kata Irmansyah saat dikonfirmasi beritajakarta.id, Sabtu 9 Januari 2021.

Menurut Irmansyah, setiap harinya puluhan petugas ini mengawasi PPKS dan terbagi menjadi tiga shift. Yakni shift pertama pukul 07.00-13.00 WIB, shift kedua pukul 13.00-23.00 WIB dan shift ketiga pukul 23.00-07.00 WIB.

“Sebisa mungkin 24 jam kami lakukan pengawasan. Hal ini untuk memastikan kawasan Sudirman-Thamrin terbebas dari PPKS. Untuk sementara pengawasan ini kami lakukan di Januari 2021 dan kita akan evaluasi hasilnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat Ngapuli Parangin Angin mengatakan, sudah ada 51 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di kawasan Jakarta Pusat yang diamankan pihaknya.

Beberapa di antara mereka merupakan PMKS yang sempat didatangi Mensos Tri Rismaharani. “PMKS hasil penertiban tanggal 5 (Januari) 33 orang. Tanggal 6 Januari 10 orang. Tanggal 7 Januari 8 orang,” ujar Ngapuli saat dikonfirmasi suara.com, Jumat (8 Januari 2021).

Setelah diamankan, para PMKS itu dibawa ke Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Tanah Abang untuk diperiksa identitasnya. Bagi yang diketahui memiliki keluarga akan dipulangkan. Sementara PMKS yang tidak memiliki keluarga atau selama ini hidup menggelandang, maka akan dititipkan di panti sosial.

Napuli menjelaskan, ada 15 orang yang disalurkan ke panti sosial, lokasinya ada di panti Pangudi Luhur Bekasi, Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) Bekasi. Juga ke Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama (PSAA PU 1) dan Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 (PSBI BD 1).

“Dikembalikan ke keluarga 8 orang. Panti Pangudi Luhur Bekasi 9 orang. PSAA PU 1 1 orang. PSBI BD 1 Kedoya 4 orang. BRSLU Bekasi 1 orang,” tuturnya.

Dari jumlah yang diamankan, ternyata diketahui 4 orang lainnya tak ada keterangan. Sedangkan 25 orang masih diamankan di GOR Tanah Abang sampai saat ini. “Tanpa keterangan 4 orang. Sisa PMKS di GOR 25 orang.”

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar